13 November 2007

Selayang Pandang Desa Paropo

Paropo-Dairi Pers: Sore hari yang indah di Desa Paropo I kecamatan Silahisabungan. Tampak sekelompok orang bergotong-royong dengan penuh semangat mengerjakan Jalan Usaha Tani. Desa yang luasnya 1.581 Ha ini mempu-nyai penduduk sebanyak 235 KK dan 1.510 jiwa dipimpin kepala desa Aman Bluster Sijabat yang beristrikan seorang guru pada SD bernama Else Sinaga. Desa ini berjarak 8 km dari Ibukota kecamatan dengan luas wilayahnya 1.119 Ha. Ma-yoritas penduduk mengandalkan hidup dari hasil pertanian sejumlah 255 KK yang juga mengerjakan tenunan ulos dan sebagian lain bermata pencaharian sebagai PNS sebanyak 18 KK, pedagang 10 KK.
Aman Bluster Sijabat menyebutkan cikal bakal pembangunan Jalan Usaha Tani ini merupakan hasil gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat desa Paropo I sejak tanggal 05 oktober 2005 semasa masih Penjabat kepala desa pada saat pemekaran desa Paropo I. pada tahun 2006 terpilih menjadi kepala desa yang dilantik pada tanggal 30 November 2006. usaha gotong royong yang dilakukan oleh seluruh masyarakat desa Paropo I ditanggapi oleh pemerintah dengan membangun Pengaspalan jalan jurusan ke Hutauruk sepanjang 1,0 km x 3 m dan Dusun Sidabariba sepanjang 100 m. pembangunan ini berbiaya Rp 336.191.400,- bersumber dari dana APBD Kab.Dairi tahun 2007.
Kades yang berusia 54 tahun ini menyebutkan masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini. Selama ini masyarakat desa Paropo I mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil pertanian seperti padi, jagung, bawang, cabe dan hasil-hasil lainnya. Cara yang dipergunakan adalah dengan memikul hasil pertanian dan menggunakan kuda beban. Untuk penggunaan kuda beban dikenakan Rp 20.000,-. Daya angkut seekor kuda ± 100 kg. Harga ini dianggap petani cukup berat, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian bibit tanaman, pupuk dan sebagainya. Dengan adanya jalan usaha tani ini pastinya akan mempermudah pengangkutan hasil pertanian penduduk dan nantinya dapat mening-katkan kesejahteraan penduduk.
Harapan dari penduduk desa adalah agar kiranya di Tahun Anggararn 2008 nanti, pembangunan jalan usaha tani dapat menjangkau sampai ke ujung lokasi pertanian. Jaraknya ± 2,5 km dan jarak ke jalan Hutauruk sepanjang ± 1,5 km. jika jalan ke Hutauruk ini diperbaiki maka akan dapat menjadi jalan penghubung antara desa Paropo dan desa Paropo I, disamping jalan utama yang sudah ada. Luas areal pertanian yang ada di Sigugul seluas ± 150 Ha, sementara Hutauruk ± 120 Ha.
Disamping itu kepala desa Paropo I juga menyampaikan aspirasi masyarakat kiranya pemerintah dapat memperhatikan petani dan memberikan bantuan dalam menghidupkan kembali pertanian masyarakat. Selamat ± 9 tahun ini, masyarakat merasa menderita karena gagalnya panen, produksi hancur total disebabkan oleh hama penyakit, namun sekarang ini sudah berkurang namun kendala yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya modal, untuk itu diharapkan bantuan peme-rintah dalam memberikan bantuan berupa bibit tanaman.
Saat ini desa Paropo I juga sedang berlangsung pembangunan jalan lintas antar kabupaten M/D Paropo-Tongging sepanjang 1,2 km. Pembangunan ini bersumber dari dana APBD Provinsi Tahun Anggaran dan memakan biaya sebesar Rp 1.808.788.856,- yang pengerjaannya dipercayakan kepada PT.Votrids Karina Mandiri. Diharapkan dengan adanya perbaikan jalan ini akan dapat memperlancar arus transportasi dan mempermudah akses dari dan menuju kecamatan Silahisabungan. (Risma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar