20 November 2008

Air Mata Boru Tinambunan di Delleng Simponen Terlantar.

Parlilitan-Dairi Pers: Air mata boru Tinambunan (eluh boru Tinambunan) yang menurut sejarah,adalah tempat dimana seorang anak gadis,yakni boru Tinambunan akan dipaksa untuk di jodohkan dengan seseorang di Salak kabupaten Pakpak Bharat,oleh orangtuanya.Namun boru Tinambunan tidak setuju akan perjodohan tersebut.Sehingga orangtuanya memaksa dan membawa putrinya ke Salak.
Sesampainya di Delleng Simponen (gunung Simpoon) perbatasan Pakpak Bharat dengan kecamatan Parlilitan kabupaten Humbahas,boru Tinambunan sadar bahwa dia telah berada di Delleng Simponen.Tahu dia telah di bohongi orangtuanya,sehingga dia menangis.Menurut sejarah air matanya itu menjadi sebuah sumur (mata air),yang persis berada di puncak gunung (Delleng Simponen).
Sumber Dairi Pers menyebutkan,tahun 1987 mata air tersebut pernah di buat sebagai pertanda namun dengan seadanya.Apa bila di di poles menjadi tujuan daerah wisata,akan dapat menjadi sumber pendapatan bagi warga di sekitar itu dan menjadi income pemerintah.
Salah seorang warga yang tinggal di sekitar itu,Loser Hasugian kepada Dairi Pers mengatakan,bahwa daerah tersebut sangat ramai di kunjungi turid loksl yang datang dari berbagai desa termasuk dari kabupaten Pakpak Bharat maupun dari daerah Parlilitan kabupaten Humbahas

2 komentar:

  1. saya sebagai bagian dari orang pakpak di kalimantan,sangat bangga dengan adanya di tulis sejarah ini.sukses

    BalasHapus
  2. Liasate Silih.
    Misi kami di Dairi Pers adalah melayani sambil membangun opini yg sehat tentang daerah kita.
    Njuah-juah,
    John M. Sianturi

    BalasHapus