10 Februari 2008

Kemelut Pilkades Soban Berlanjut Camatpun Diadukan

Sidikalang-Dairi Pers: Kemelut pilkades soban yang sudah berlangsung sejak Desember 2007 lalu agaknya berbuntut panjang. Mijon Malau suami salah seorang kandidat pilkades yang menga-dukan P2KD desa tersebut ke polres beberapa waktu lalu. Kini berklanjut mengadukan Camat Siempat nempu M. Sianturi kepada Bupati Dairi dengan tembusan Muspida. Camat dituduh telah mengancam para saksi Mijon yang telah diambil pernyataanya sebelumnya.
Mijon yang datang ke kantor Dairi Pers Jum at (25/1) menyebutkan sangat kecewa dengan perlakuan camat karena mengancam para saksinya untuk menarik surat pernyataan mereka yang telah dilampirkan sebagai barang bukti perkara di Polres.
Dalam surat aduannya Mijon Malau menyebutkan alasanya melaporkan Marisi Sianturi camat Siempat Nempu tersebut karena pada kamis (17/1) lalu sekitar pukul 14.00 Wib oknum camat tersebut bersama Dapot Situmorang (Pjs Kades Soban) serta Bantu Malau menyuruh saksinya Poster Sinaga mencabut pernyataan tentang penganca-man yang dilakukan kepada Diaman Malau. Alasan lainnya Oknum tersebut juga mengancam Erdon B. Nahor untuk menarik pernyataannya dan Pande Naibaho juga disuruh menarik pernyataanya. Ketiga orang ini merupakan saksi Mijon yang telalh membuat pernyataan seputar dugaan pelanggaran pilkades Soban.
Tingkah itu menurut Mijon sudah keterlaluan karena proses hukumnya telah dilidik pihak polres Dairi. Pernyataan tiga orang saksinya ini telah dibubuhkan dalam kertas bermeterai dan dilampirkan sebagai barang bukti kecurangan pilkades. Namun sangat disayangkan karena adanya upaya camat memaksa mereka menarik kembali pernyataan itu.
Mijon menyebutkan tiga saksinya itu tidak mau meladeni apa yang diinginkan oknum camat kendati telah mengeluarkan kata-kata “nati tidak pulang kerumah”.
Sementara itu camat Siempat Nempu Drs. M. Sianturi pekan lalu kepada Dairi Pers menyebutkan adanya pengakuan sejumlah saksi pengaduan yang membubuhkan pernyatan bertanda tangan itu palsu. Justru ada saksi itu menyebut tidak mengetahui apa yang ditanda tangani mereka, Ujar Marisi.
Untuk itu kita mencoba menyelidiki dengan bertemu dengan warga. Tujuan kita bagaimana masalah ini dapat selesai dengan baik, Ujarnya. (R.07)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar