Sidikalang-Dairi Pers : Air sebagai salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Dimana setiap masyarakat yang akan melakukan kegiatannya biasanya sangat meemerlukan air. Baik untuk mandi, mencuci ataupun untuk kegiatan lainnya.
Kondisi air yang tidak jalan selama 4 hari ini yang dialami sebagian penduduk Dairi yang dimulai dari tanggal 29 Oktober 2005 sampai dengan berita ini diturunkan ke meja redaksi masih mengalami tidak jalannya air ke sebagian rumah-rumah warga masyarakat Dairi. Ketika hal ini ditanyakan kepada salah seorang staf pegawai PDAM Tirta Nciho menyebutkan bahwa matinya air itu disebabkan oleh longsornya sumber air,kamis(1/11).
Dan pada tanggal 1 november PDAM Tirta Nciho memberikan pengumuman lewat radio yang menyebutkan pemberitahuan tentang tidak jalannya air karena adanya kerusakan di sumber air. Kondisi seperti ini yang menunjukkan bahwa masih lemahnya manajemen dari PDAM Tirta Nciho sehingga kecolongan dalam hal pemberitahuan ini. sehingga sempat menimbulkan tanda Tanya besar kenapa air setetes pun tidak keluar. Mungkin dari manajemen kantor tersebut merasa hal seperti itu tidak apa-apa. Tetapi adalah penting untuk melakukan tugas sebaik-baiknya dimana kantor ini menangani salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat vital. Pada edisi sebelumnya pernah dikatakan bahwa PDAM Tirta Nciho akan melakukan penaikan tarif air minum.
Kenaikan tarif air minum tersebut sah-sah saja asal diimbangi dengan pelayanan masyarakat yang baik. Jangan hanya menuntut hak tanpa melakukan kewajiban terlebih dahulu. Jika saja dengan kualitas air yang baik,lancar dan sistem manajemen yang baik dilakukan tentu saja masyarakat Dairi tidak akan keberatan jika tarif air itu dinaikkan.
Bila sekarang sedang diadakan pameran pembangunan yang dilaksanakan di stadion Sidikalang. Tidak tampaknya stand dari PDAM Tirta Nciho menjadi satu pertanyaan apakah karena tidak adanya pembangunan yang dilakukan PDAM Tirta Nciho terhadap Dairi atau memang karena tidak adanya biaya untuk ikut dalam pameran tersebut. Tetapi sebagai salah satu BUMD harusnya menunjukkan diri bukan malah tidak ikut. Jangan sampai anak-anak sekolah bertanya dari sekian banyak stan yang ada PDAM di daerah ini tidak ada ya? (TH)
13 November 2007
Badan Jalan Ke Siempatnempu Hilir Mengalami Kerusakan
Sopobutar-Dairi Pers: Di beberapa tempat terdapat badan jalan menuju kecamatan Siempatnempu Hilir Dairi, mengalami kerusakan berat. Kerusakan itu sangat mengancam bagi pemakai jalan terutama bagi pengemudi kenderaan bermotor baik roda dua maupun empat.
Kerusakan badan yang paling fatal terdapat di Desa Jambur. Kerusakan terjadi dengan adanya perbaikan sawah di sisi badan jalan.Tanah galian dari persawahan di maksud menumpuk di pingir (bahu) jalan, sehingga menutupi parit jalan.Bahkan tanah galian itu sebahagian telah menutupi badan jalan tersebut. Sedangkan pemilik sawah sepertinya tidak memikirkan dampak negatif atas tanah galian itu.
Pantauan Dairi Pers di lapangan, apa bila tidak segera di lakukan perbaikan (atau) menggeser onggokan tanah yang menumpuk tersebut, tanah galian akan semakin turun ke badan jalan..
Sementara itu, sebuah gorong gorong yang terdapat di dusun Sirait Desa Pardomuan mengalami kerusakan berat. Gorong gorong itu longsor di telan perut bumi sedalam 1 meter. Keadaan itu sangat menyulitkan bagi pemakai jalan.Kenderaan bermotor khususnya roda empat, harus turun ke bahu jalan. Sebab badan jalan mengalami penyempitan, akibat longsornya riol tersebut.
Kendati kerusakan sangat fatal, namun hingga sekarang belum ada terlihat di lapangan akan tanda tanda perbaikan. Masyarakat di sekitar Pardomuan sangat mengharapkan perhatian serius dari pihak (instansi) terkait, sebelum kerusakan itu semakin fatal dan dapat melumpuhkan arus perekonomian masyarakat. Sedangkan jalan itu merupakan urat nadi perekonomian penduduk. (BS)
Kerusakan badan yang paling fatal terdapat di Desa Jambur. Kerusakan terjadi dengan adanya perbaikan sawah di sisi badan jalan.Tanah galian dari persawahan di maksud menumpuk di pingir (bahu) jalan, sehingga menutupi parit jalan.Bahkan tanah galian itu sebahagian telah menutupi badan jalan tersebut. Sedangkan pemilik sawah sepertinya tidak memikirkan dampak negatif atas tanah galian itu.
Pantauan Dairi Pers di lapangan, apa bila tidak segera di lakukan perbaikan (atau) menggeser onggokan tanah yang menumpuk tersebut, tanah galian akan semakin turun ke badan jalan..
Sementara itu, sebuah gorong gorong yang terdapat di dusun Sirait Desa Pardomuan mengalami kerusakan berat. Gorong gorong itu longsor di telan perut bumi sedalam 1 meter. Keadaan itu sangat menyulitkan bagi pemakai jalan.Kenderaan bermotor khususnya roda empat, harus turun ke bahu jalan. Sebab badan jalan mengalami penyempitan, akibat longsornya riol tersebut.
Kendati kerusakan sangat fatal, namun hingga sekarang belum ada terlihat di lapangan akan tanda tanda perbaikan. Masyarakat di sekitar Pardomuan sangat mengharapkan perhatian serius dari pihak (instansi) terkait, sebelum kerusakan itu semakin fatal dan dapat melumpuhkan arus perekonomian masyarakat. Sedangkan jalan itu merupakan urat nadi perekonomian penduduk. (BS)
Bupati: Pemkab Sepakat Akan Mengurangi Harga Tempat Jualan Di Pasar Sidikalang.
Sidikalang-Dairi Pers: Pemerintah Kabupaten Dairi, telah sepakat mengurangi harga kios (tempat jualan) di pasar induk Sidikalang, minimal 25 persen.Hal itu di jelaskan bupati, DR.Master Parulian Tumanggor, kepada Dairi Pers, Selasa (30/10).
Tetapi penetapan pengura-ngan harga itu belum final, berapa yang sebenarnya.Yang jelas akan di usahakan berkurang untuk mengurangi beban para pedagang. Sebab Pemkab telah sepakat, akan mengusahan pengurangan harga itu,ujarnya.
Sebagiaman di ketahui, para pedagang dari pasar induk Sidikalang dua kali melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD dan kantor bupati. Yang terakhir mereka melakukan unjuk rasa,Senin (22/10). Mereka menuntut pemerintah, agar harga tempat jualan mereka di kurangi.Sebab harga itu di nilai terlalu mahal bahkan dianggap mencekik leher, dari mulai harga Rp 6 juta hingga Rp 48 juta satu tempat dengan ukuran, 4 X 3 meter.
Pasar induk Sidikalang akan dibangun tahun 2008 dengan dana Rp 18 miliar. Diantaranya Rp 12 miliar berupa pinjaman dan Rp 6 miliar bantuan APBD Dairi.Namun pedagang menduga bahwa penetapan harga itu tidak terjangkau.Padahal dana pembangunannya Rp 6 juta merupakan bantuan dari APBD. Biasanya APBD tidak di bayar atau di kembalikan kepada pemerintah. Sehingga para pedagang dua kali melakukan unjuk rasa, agar pemerintah dapat mengurangi harga tempat jualan mereka di pasar induk setelah pembangunannya selesai. Setelah unjuk rasa itu di lakukan para pedagang, akhirnya Pemkab bersikap lunak dan menerima tuntutan pedagang, untuk mengurangi harga tempat jualan minimal 25 persen dari harga yang telah di tetapkan.(R.01)
Tetapi penetapan pengura-ngan harga itu belum final, berapa yang sebenarnya.Yang jelas akan di usahakan berkurang untuk mengurangi beban para pedagang. Sebab Pemkab telah sepakat, akan mengusahan pengurangan harga itu,ujarnya.
Sebagiaman di ketahui, para pedagang dari pasar induk Sidikalang dua kali melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD dan kantor bupati. Yang terakhir mereka melakukan unjuk rasa,Senin (22/10). Mereka menuntut pemerintah, agar harga tempat jualan mereka di kurangi.Sebab harga itu di nilai terlalu mahal bahkan dianggap mencekik leher, dari mulai harga Rp 6 juta hingga Rp 48 juta satu tempat dengan ukuran, 4 X 3 meter.
Pasar induk Sidikalang akan dibangun tahun 2008 dengan dana Rp 18 miliar. Diantaranya Rp 12 miliar berupa pinjaman dan Rp 6 miliar bantuan APBD Dairi.Namun pedagang menduga bahwa penetapan harga itu tidak terjangkau.Padahal dana pembangunannya Rp 6 juta merupakan bantuan dari APBD. Biasanya APBD tidak di bayar atau di kembalikan kepada pemerintah. Sehingga para pedagang dua kali melakukan unjuk rasa, agar pemerintah dapat mengurangi harga tempat jualan mereka di pasar induk setelah pembangunannya selesai. Setelah unjuk rasa itu di lakukan para pedagang, akhirnya Pemkab bersikap lunak dan menerima tuntutan pedagang, untuk mengurangi harga tempat jualan minimal 25 persen dari harga yang telah di tetapkan.(R.01)
Bupati Humbahas Serahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani
Doloksanggul-Dairi Pers: Bupati Humbahas,Drs Maddin Sihombing,Msi menyerahkan alat alat pertanian kepada beberapa kelompok tani dari berbagai Desa di daerah itu. Penyerahan alat pertanbian itu, di saksikan Kadis Pertanian,Ir Batahan Pangaribuan, Kabag Infokom, Osbon Siahaan,SB dan lainnya belum lama ini.
Alat pertanian tersebut antara lain, 10 unit hand traktor. 100 unit handsprayer, 200 kg dithane M-45, 200 liter round-up,200 liter baycard, 200 liter sandator, 200 liter santoat, 2000 liter manzate dan 200 liter antracol.Hal itu di jelaskan staf Infokom Humbahas, Iwan F.Manalu,SH kepada Wartawan di kantor Infokom.
Kelompok tani yang menerima alat pertanian itu antara lain, kelompok tani Makmur, Kelompok tani Restu,Masihol Maju, Rumata,Maju Mandiri. Semuanya di kecamatan Lintongnihuta. Serasi Baktiraja, Marsiurupan Baktiraja,Tani Sejahtera Doloksanggul. Dosroha Paranginan dan kelompok tani Dostahi kecamatan Pollung.
Bupati Humbahas,Drs Maddin Sihombing,Msi pada acara penyerahan itu mengharapkan agar alat alat perta-nian di maksud dengan baik. Sebab handtraktor tersebut bukan milik pribadi atau milik kelompok tani.Tetapi milik semua masyarakat Kabupaten Humbahas
Apa bila alat pertanian itu tidak di pergunakan dengan baik,maka Pemkab Humbahas akan melakukan tindakan dan menarik mesin tersebut.Untuk itu diharapkan agar alat itu di jaga dan dirawat dengan baik.Dimana visi dan misi Pemkab Humbahas, salah satu diantaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian, ujar bupati.
Kadis Pertanian, Ir Batahan Pangaribuan mengatakan, pemberian alat alat pertanian itu merupakan yang kedua kalinya di lakukan Pemkab tahun 2007.Pemberian itu sesuai dengan permintaan masyarakat kepada Pemkab. Karena berdasarkan laporan, apa bila lahan di olah hanya dengan mengandalkan tenaga manusia, tidak akan mungkin terjadi sesuai dengan yang di harapkan.
Untuk itu, Pemkab Humbahas memenuhi permintaan masyarakat.Sebagai pertanggung jawaban, kelompok tani yang menerima handtraktor di wajibkan membayar Rp 3 juta/tahun.Perlu diketahui, sewa Rp 3 juta/tahun, bukan itu tujuan utama.Namun supaya ada tanggung jawab kelompok tani kepada Pemkab,ujarnya.(AT/CS/LS).
Alat pertanian tersebut antara lain, 10 unit hand traktor. 100 unit handsprayer, 200 kg dithane M-45, 200 liter round-up,200 liter baycard, 200 liter sandator, 200 liter santoat, 2000 liter manzate dan 200 liter antracol.Hal itu di jelaskan staf Infokom Humbahas, Iwan F.Manalu,SH kepada Wartawan di kantor Infokom.
Kelompok tani yang menerima alat pertanian itu antara lain, kelompok tani Makmur, Kelompok tani Restu,Masihol Maju, Rumata,Maju Mandiri. Semuanya di kecamatan Lintongnihuta. Serasi Baktiraja, Marsiurupan Baktiraja,Tani Sejahtera Doloksanggul. Dosroha Paranginan dan kelompok tani Dostahi kecamatan Pollung.
Bupati Humbahas,Drs Maddin Sihombing,Msi pada acara penyerahan itu mengharapkan agar alat alat perta-nian di maksud dengan baik. Sebab handtraktor tersebut bukan milik pribadi atau milik kelompok tani.Tetapi milik semua masyarakat Kabupaten Humbahas
Apa bila alat pertanian itu tidak di pergunakan dengan baik,maka Pemkab Humbahas akan melakukan tindakan dan menarik mesin tersebut.Untuk itu diharapkan agar alat itu di jaga dan dirawat dengan baik.Dimana visi dan misi Pemkab Humbahas, salah satu diantaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian, ujar bupati.
Kadis Pertanian, Ir Batahan Pangaribuan mengatakan, pemberian alat alat pertanian itu merupakan yang kedua kalinya di lakukan Pemkab tahun 2007.Pemberian itu sesuai dengan permintaan masyarakat kepada Pemkab. Karena berdasarkan laporan, apa bila lahan di olah hanya dengan mengandalkan tenaga manusia, tidak akan mungkin terjadi sesuai dengan yang di harapkan.
Untuk itu, Pemkab Humbahas memenuhi permintaan masyarakat.Sebagai pertanggung jawaban, kelompok tani yang menerima handtraktor di wajibkan membayar Rp 3 juta/tahun.Perlu diketahui, sewa Rp 3 juta/tahun, bukan itu tujuan utama.Namun supaya ada tanggung jawab kelompok tani kepada Pemkab,ujarnya.(AT/CS/LS).
Camat Tanah Pinem Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran
Tanah Pinem-Dairi Pers: Camat kecamatan Tanah Pinem Kab.Dairi, Swasta Ginting,S.Sos di dampingi beberapa stafnya, mendatangi kepala Desa Tanah Pinem,Ratna br Pinem dengan suami Hamdani Sembiring yang rumahnya mengalami kebakaran sebanyak tiga pintu dua Minggu lalu. Camat menyerahkan bantuan uang tunai atas musibah yang menimpa keluarga kepala Desa tersebut.
Saat penyerahan bantuan tersebut,Camat berpesan agar keluarga yang rumahnya terbakar dapat tabah dan tegar. Tentang kebakaran itu menurut camat telah di laporkan kepada Bupati Dairi.Semoga Pemkab juga berlapang dada memberikan bantuan,ujarnya.
Sebagaimana di ketahui, kebakaran yang terjadi di Desa Tanah Pinem, menghanguskan 3 pintu rumah milik kepala Desa Tanah Pinem dan dua pintu rumah lainnya terpaksa di rusak untuk menjaga semakin meluasnya kobaran api. Saat kejadian tidak ada korban jiwa. Kerugian di taksir mencapai ratusan juta.
Dari tiga pintu rumah yang tyerbakar tersebut, satu diantaranya merupakan toko/grosir tempat alat alat pertanian, termasuk uang kontan Rp 10 juta juga turut hangus karena kobaran api sangat cepat. Selain itu juga beberapa surat surat penting seperti surat kenderaan serta kelengkapan admistasi Desa juga ikut hangus terbakar.
Sementara ketua Akepdes kecamatan Tanah Pinem, Lameh Tarigan kepada Dairi Pers mengatakan, juga lang-sung proaktif menghimpun bantuan dari semua unsur kepala Desa di kecamatan itu.Bantuan uang sebagai partisipasi dari kepala Desa juga telah di serahkan kepada kepala Desa Tanah Pinem sebagai korban atas musibah tersebut.(lt)
Saat penyerahan bantuan tersebut,Camat berpesan agar keluarga yang rumahnya terbakar dapat tabah dan tegar. Tentang kebakaran itu menurut camat telah di laporkan kepada Bupati Dairi.Semoga Pemkab juga berlapang dada memberikan bantuan,ujarnya.
Sebagaimana di ketahui, kebakaran yang terjadi di Desa Tanah Pinem, menghanguskan 3 pintu rumah milik kepala Desa Tanah Pinem dan dua pintu rumah lainnya terpaksa di rusak untuk menjaga semakin meluasnya kobaran api. Saat kejadian tidak ada korban jiwa. Kerugian di taksir mencapai ratusan juta.
Dari tiga pintu rumah yang tyerbakar tersebut, satu diantaranya merupakan toko/grosir tempat alat alat pertanian, termasuk uang kontan Rp 10 juta juga turut hangus karena kobaran api sangat cepat. Selain itu juga beberapa surat surat penting seperti surat kenderaan serta kelengkapan admistasi Desa juga ikut hangus terbakar.
Sementara ketua Akepdes kecamatan Tanah Pinem, Lameh Tarigan kepada Dairi Pers mengatakan, juga lang-sung proaktif menghimpun bantuan dari semua unsur kepala Desa di kecamatan itu.Bantuan uang sebagai partisipasi dari kepala Desa juga telah di serahkan kepada kepala Desa Tanah Pinem sebagai korban atas musibah tersebut.(lt)
Dari Pameran Pembangunan: Dairi Perlu Semacam Dairi Fair
Sidikalang-Dairi Pers: Pameran pembangunan Dairi yang dibuka senin (29/11) oleh Bupati Dairi DR MP Tumanggor menunjukkan kenaikan signifikan dalam jumlah peserta juga transaksi bisnis yang terjadi. Even pameran yang tahun ini dirangkai dengan pesta Njuah-juah itu terbukti efektif mengangkat jumlah pengunjung pada pameran. Diperkirakan ribuan pengujung memadati lokasi pameran yang berlangsung di eks stadion Sidikalang itu setiap harinya.
Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Dairi Drs. Ramses Simamora yang dikonfirmasi di stan infokom jum at (2/11) menyebutkan jumlah peserta sekitar 100 stan. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu.Pameran tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu yakni berlangsung selama 5 hari. Tahun sebelumnya hanya 3 hari.
Peningkatan jumlah maupun kwalitas pada tahun ini jelas terlihat dari peserta pameran yang datang dari Solo, Jakarta maupun pedagang kabupaten-kabupaten yang ada di Sumut. Kendati belum dapat dipastikan jumlah transaksi yang terjadi namun diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Kita bisa lihat stan Yamaha, dan flexi misalnya terjadi transaksi penjualan. Transaksi bisnis ini memang salah satu tujuan dari pameran, ujar Simamora.
Namun yang utama menurutnya tujuan pameran sebagai barometer kondisi Dairi terakhir. Ini merupakan suatu gambaran miniatur Dairi. Dengan pameran ini masyarakat akan tahu kondisi Dairi terkini. Disamping itu dengan pameran diharapkan akan berkembang ke fungsi multiflier yakni menjadi ajang hiburan, wisata dan promosi.
Kita berfikir pada tahun mendatang even ini akan berkembang dan bila penting mengikutsertakan perantau dari Dairi. Banyak perantau Dairi yang kini berhasil di negeri orang. Tak sedikit juga yang berperan dalam dunia bisnis. Jika meraka berkenan hadir bisa saja terjadi transaksi barang-barang maupun jari-ngan bisnis. Ini positif untuk Dairi. Disamping itu kita menyadari masih ada imej Dairi itu masih tertinggal dan kolot. Namun dengan pameran seperti itu maka informasi akan terbuka dan transparan bahwa Dairi sudah berubah bukan berkutat pada pola fikir lama itu lagi, kata Ramses Simamora.
Dairi Fair
Sementara itu Drs. Ramses Simamora mengatakan dalam pameran tahun ini dilakukan angket dan fromulir yang disebar kepada peserta pameran maupun pengunjung atas masukan dan kritik pada even itu. Dari angket yang disebar muncul permintaan dari peserta agar Dairi tidak hanya menggelar hal serupa berkaitan dengan hari jadi Dairi saja. Maunya Dairi menggelar even serupa semacam Dairi Fair,. Ini yang kita dapat dari angket itu, Ujar Simamora.
Diakui jika pameran tahun ini mampu menyedot jumlah pengunjung yang cukup besar. Diperkirakan seribuan pengunjung setiap malamnya masuk ke arena pameran. Terlepas dari motivasi pengunjung yang masuk namun pameran tahun ini berlangsung dalam suasana iklim yang bersahabat. Tahun lalu cuaca diselimuti hujan sehingga pameran kurang diminati pengunjung. Kita juga mengucapkan terimaksaih kepada entertaimen yang setiap malamnya mengadakan hiburan sehingga pengunjung disamping melihat pameran juga menikmati hiburan yang disajikan. Kita tahu warga Dairi selama ini haus akan hiburan. Jelas pameran ini dapat menjawab kehausan itu, ujar Simamora.
Menurutnya pameran ini bisa menjadi even dan sangat penting dalam perkembangan Dairi. Direncanakan pada tahun depan akan diupayakan perbaikan dari segi perencanaan sehingga even akan terlihat Akhbar dan paling utama tujuan transaksi bisa berkembang.
Menyinggung jumlah peserta yang bahkan bisa datang dari luar Dairi Ramses Simamora menyebutkan sebelumnya sudah mengupayakan menghubungi jaringan pedagang saat ikut pameran di PRSU lalu. Tak sulit sebenarnya mendatangkan mereka selama mereka berasumsi dengan kehadiaran mereka bisa mendapatkan untung. Rasanya cukup satu orang kita hubungi maka akan muncul beberapa pedagang untuk ikut serta, ujarnya.
Untuk itu menurutnya jika menghadirkan lebih banyak pedagang pada even tahun mendatang maka perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan anggaran dalam APBD mendatang. Saya yakin ini bisa berkembang jika didukung semua pihak. Dan seperti tujuannnya pameran akan berkembang secara multiflier efek yang pada gilirannya membawa keuntungan bagi Dairi.(R.07)
Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Dairi Drs. Ramses Simamora yang dikonfirmasi di stan infokom jum at (2/11) menyebutkan jumlah peserta sekitar 100 stan. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu.Pameran tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu yakni berlangsung selama 5 hari. Tahun sebelumnya hanya 3 hari.
Peningkatan jumlah maupun kwalitas pada tahun ini jelas terlihat dari peserta pameran yang datang dari Solo, Jakarta maupun pedagang kabupaten-kabupaten yang ada di Sumut. Kendati belum dapat dipastikan jumlah transaksi yang terjadi namun diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Kita bisa lihat stan Yamaha, dan flexi misalnya terjadi transaksi penjualan. Transaksi bisnis ini memang salah satu tujuan dari pameran, ujar Simamora.
Namun yang utama menurutnya tujuan pameran sebagai barometer kondisi Dairi terakhir. Ini merupakan suatu gambaran miniatur Dairi. Dengan pameran ini masyarakat akan tahu kondisi Dairi terkini. Disamping itu dengan pameran diharapkan akan berkembang ke fungsi multiflier yakni menjadi ajang hiburan, wisata dan promosi.
Kita berfikir pada tahun mendatang even ini akan berkembang dan bila penting mengikutsertakan perantau dari Dairi. Banyak perantau Dairi yang kini berhasil di negeri orang. Tak sedikit juga yang berperan dalam dunia bisnis. Jika meraka berkenan hadir bisa saja terjadi transaksi barang-barang maupun jari-ngan bisnis. Ini positif untuk Dairi. Disamping itu kita menyadari masih ada imej Dairi itu masih tertinggal dan kolot. Namun dengan pameran seperti itu maka informasi akan terbuka dan transparan bahwa Dairi sudah berubah bukan berkutat pada pola fikir lama itu lagi, kata Ramses Simamora.
Dairi Fair
Sementara itu Drs. Ramses Simamora mengatakan dalam pameran tahun ini dilakukan angket dan fromulir yang disebar kepada peserta pameran maupun pengunjung atas masukan dan kritik pada even itu. Dari angket yang disebar muncul permintaan dari peserta agar Dairi tidak hanya menggelar hal serupa berkaitan dengan hari jadi Dairi saja. Maunya Dairi menggelar even serupa semacam Dairi Fair,. Ini yang kita dapat dari angket itu, Ujar Simamora.
Diakui jika pameran tahun ini mampu menyedot jumlah pengunjung yang cukup besar. Diperkirakan seribuan pengunjung setiap malamnya masuk ke arena pameran. Terlepas dari motivasi pengunjung yang masuk namun pameran tahun ini berlangsung dalam suasana iklim yang bersahabat. Tahun lalu cuaca diselimuti hujan sehingga pameran kurang diminati pengunjung. Kita juga mengucapkan terimaksaih kepada entertaimen yang setiap malamnya mengadakan hiburan sehingga pengunjung disamping melihat pameran juga menikmati hiburan yang disajikan. Kita tahu warga Dairi selama ini haus akan hiburan. Jelas pameran ini dapat menjawab kehausan itu, ujar Simamora.
Menurutnya pameran ini bisa menjadi even dan sangat penting dalam perkembangan Dairi. Direncanakan pada tahun depan akan diupayakan perbaikan dari segi perencanaan sehingga even akan terlihat Akhbar dan paling utama tujuan transaksi bisa berkembang.
Menyinggung jumlah peserta yang bahkan bisa datang dari luar Dairi Ramses Simamora menyebutkan sebelumnya sudah mengupayakan menghubungi jaringan pedagang saat ikut pameran di PRSU lalu. Tak sulit sebenarnya mendatangkan mereka selama mereka berasumsi dengan kehadiaran mereka bisa mendapatkan untung. Rasanya cukup satu orang kita hubungi maka akan muncul beberapa pedagang untuk ikut serta, ujarnya.
Untuk itu menurutnya jika menghadirkan lebih banyak pedagang pada even tahun mendatang maka perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan anggaran dalam APBD mendatang. Saya yakin ini bisa berkembang jika didukung semua pihak. Dan seperti tujuannnya pameran akan berkembang secara multiflier efek yang pada gilirannya membawa keuntungan bagi Dairi.(R.07)
Dialog Pemkab Dairi Bersama Tokoh & Budayawan

Sidikalang-Dairi Pers: Dialog antara pemuka agama tokoh masyarakat budayawan dilakukan dalam satu seminar sehari yang dilangsungkan di Balai budaya Sidikalang Selasa (30/11). Tampil sebagai pembicara dalam kesempatan itu Imam B Prasojo dosen Fisip-UI, Jakarta, Bupati Dairi DR MP Tumanggor serta Ketua FKUB Dairi Pdt. E.J Solin, S Th. Acara ini dihadiri jajaran pemkab Dairi, kadis, kakan, kaban dan masyarakat Dairi.
Bupati Dairi dalam sambutan serta paparan mengangkat Pluralisme dan nilai-nilai lokal sebagai modal dalam pembangunan bangsa dan karakter/jati diri bangsa. Paparannya acara tersebut sebagai menyikapi dan memperkokoh jati diri bangsa indonesia dan pengembangan nilai-nilai lokal maka perlu dilakukan dalam satu diskusi. Berbagai konflik yang terjadi di tanah air seperti poso, sampait, papua, aceh dan tempat lainnya menjadi perhatian serius. Kearifan budaya lokal yang hidup di Dairi menjadi kekuatan hidup masyarakat membangun kehidupan bersama di Dairi. Disebutkan tantangan yang dihadapi terjadi di berbagai daerah harus disikapi dengan mawas diri tahu diri dan tenggang rasa. Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau tentu rentan perpecahan kendati sebenarnya sebuah negara yang terdiri dalam satu hamparan saja belum tentu tetap bersatu . Untuk itu menurutnya yang terpenting adalah warga dan kesadaran. Pluraslisme sempit negara kini sedang digerogoti dengan munculnya tuntutan plural yang mengesampingkan integritas bangsa dan menonjolkan kepentingan kelompok. Bahkan yang terjadi semangat kedaerahan lebih ditonjolkan yang diwarnai sikap ketidak perdulian kepada nasib bangsa. Dairi yang juga hidup dalam masyarakat heterogen menurutnya harus menjiwai rasa persatuan dan kebersamaan. Berbagai karifan lokal seperti gotong royong ,adat istiadat , kebersamaan dan kekeluargaan harus menjadi lestari sehingga tujuan utama membangun Dairi dapat tercapai. Beberapa kali negara ini telah membuktikan kata kita bisa bersama tahun 1928 dan tahun 1945 itu sudah berhasil. Ini adalah suatu modal sehingga Dairi sebagai bagian dari Indonesia juga harus melihat nilai plural ini sebagai suatu kekuatan dalam mencapai tujuan.
Sementara itu Imam B Prasojo bersama Pdt EJ Solin, S Th menyampaikan materi carater building ditengah perubahan sedang Pdt Solin mengangkat dinamika kemajemukan agama sebagai modal pembangunan karakter bangsa. Disebutkan persentasi penduduk Dairi menurut data agama Islam 25 %, Kristen 61 % katolik 3 %, hindu 2 % budha 1 % dan lainnya 1 %. Data ini menunjukkan Dairi memiliki kekayaan agama. Namun kekayaan itu tak selamanya menjadi kebanggaan jika tak diberdayakan . Hal ini bisa menjadi luntur oleh pengaruh globalisasi, kepentingan politik serta egoisme. Berdasarakan suku maka masyarakat yang hidup di Dairi Pakpak 19 %, Toba 66 %, Karo 8,6 % Simalungun 1,5 % Mandaling 0,2 % serta lainnya. Dari data ini dapat terlihat dan bisa berpotensi menimbulkan gejolak jika tidak terarah. Perundang-undangan untuk sosialisasi antar suku mewmang telah ada . Namun bisa saja itu tak berjalan sehingga warga terlibat dalam perbedaan kecemburuan juga terjadi dimana suku pendatang secara kejahteraan jauh lebih mapan dibanding suku pendatang . Namun ini dapat diatasi karena adanya karifan lokal berupa adat seperti “sidapot Solup donaro , Martampuk bulung marbona sangkalan.
Berdasarkan berbagai fakta itu menurutnya berbagai sosialisasi tentang kerukunan agama suku memang telah dibukukan dalam perundang-undangan. Namun satu yang harus dilakukan kesadaran pemimpin lembaga keagamaan memberikan keteladanan kepada pengikutnya . FKUB sebagai wadah kelompok elit agama saling berkomunikasi menyapa sesamanya dengan sang-at akrab tanpa beban rasa permusuhan. Untuk itu menurutnya semua harus memilki rasa representatif dan aspiratisf sehingga kerukunan fan perbedaan bisa menjadi senjata dalam modal pembangunan. (R.07)
Bupati Dairi dalam sambutan serta paparan mengangkat Pluralisme dan nilai-nilai lokal sebagai modal dalam pembangunan bangsa dan karakter/jati diri bangsa. Paparannya acara tersebut sebagai menyikapi dan memperkokoh jati diri bangsa indonesia dan pengembangan nilai-nilai lokal maka perlu dilakukan dalam satu diskusi. Berbagai konflik yang terjadi di tanah air seperti poso, sampait, papua, aceh dan tempat lainnya menjadi perhatian serius. Kearifan budaya lokal yang hidup di Dairi menjadi kekuatan hidup masyarakat membangun kehidupan bersama di Dairi. Disebutkan tantangan yang dihadapi terjadi di berbagai daerah harus disikapi dengan mawas diri tahu diri dan tenggang rasa. Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau tentu rentan perpecahan kendati sebenarnya sebuah negara yang terdiri dalam satu hamparan saja belum tentu tetap bersatu . Untuk itu menurutnya yang terpenting adalah warga dan kesadaran. Pluraslisme sempit negara kini sedang digerogoti dengan munculnya tuntutan plural yang mengesampingkan integritas bangsa dan menonjolkan kepentingan kelompok. Bahkan yang terjadi semangat kedaerahan lebih ditonjolkan yang diwarnai sikap ketidak perdulian kepada nasib bangsa. Dairi yang juga hidup dalam masyarakat heterogen menurutnya harus menjiwai rasa persatuan dan kebersamaan. Berbagai karifan lokal seperti gotong royong ,adat istiadat , kebersamaan dan kekeluargaan harus menjadi lestari sehingga tujuan utama membangun Dairi dapat tercapai. Beberapa kali negara ini telah membuktikan kata kita bisa bersama tahun 1928 dan tahun 1945 itu sudah berhasil. Ini adalah suatu modal sehingga Dairi sebagai bagian dari Indonesia juga harus melihat nilai plural ini sebagai suatu kekuatan dalam mencapai tujuan.
Sementara itu Imam B Prasojo bersama Pdt EJ Solin, S Th menyampaikan materi carater building ditengah perubahan sedang Pdt Solin mengangkat dinamika kemajemukan agama sebagai modal pembangunan karakter bangsa. Disebutkan persentasi penduduk Dairi menurut data agama Islam 25 %, Kristen 61 % katolik 3 %, hindu 2 % budha 1 % dan lainnya 1 %. Data ini menunjukkan Dairi memiliki kekayaan agama. Namun kekayaan itu tak selamanya menjadi kebanggaan jika tak diberdayakan . Hal ini bisa menjadi luntur oleh pengaruh globalisasi, kepentingan politik serta egoisme. Berdasarakan suku maka masyarakat yang hidup di Dairi Pakpak 19 %, Toba 66 %, Karo 8,6 % Simalungun 1,5 % Mandaling 0,2 % serta lainnya. Dari data ini dapat terlihat dan bisa berpotensi menimbulkan gejolak jika tidak terarah. Perundang-undangan untuk sosialisasi antar suku mewmang telah ada . Namun bisa saja itu tak berjalan sehingga warga terlibat dalam perbedaan kecemburuan juga terjadi dimana suku pendatang secara kejahteraan jauh lebih mapan dibanding suku pendatang . Namun ini dapat diatasi karena adanya karifan lokal berupa adat seperti “sidapot Solup donaro , Martampuk bulung marbona sangkalan.
Berdasarkan berbagai fakta itu menurutnya berbagai sosialisasi tentang kerukunan agama suku memang telah dibukukan dalam perundang-undangan. Namun satu yang harus dilakukan kesadaran pemimpin lembaga keagamaan memberikan keteladanan kepada pengikutnya . FKUB sebagai wadah kelompok elit agama saling berkomunikasi menyapa sesamanya dengan sang-at akrab tanpa beban rasa permusuhan. Untuk itu menurutnya semua harus memilki rasa representatif dan aspiratisf sehingga kerukunan fan perbedaan bisa menjadi senjata dalam modal pembangunan. (R.07)
DPRD Pakpak Bharat Zalimi Rakyat
Salak-Dairi Pers: Akhir-akhir ini sikap yang ditunjukkan sejumlah anggota DPRD Pakpak Bharat dinilai sungguh mengecewakan dan menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat setempat. Pasalnya, beberapa waktu lalu, tingkah 15 orang anggota wakil rakyat yang tidak menghadiri sidang paripurna saat itu yang menyatakan Tim 15, yang rencananya membahas LKPJ (Laporan Keuangan Pertang-gung Jawaban) bupati 2007, PAPBD dan RAPBD 2008 dinilai merupakan sifat memikirkan diri sendiri serta tidak menunjukkan profesionalisme kerja. Hal itu ditegaskan wakil ketua DPC II PDI-P Pakpak Bharat Parulian Boangmanalu kepada wartawan Senin (29/10) di Sibande.
Menurutnya, dirinya merasa sangat kecewa terhadap kinerja para anggota dewan dimaksud yang tidak berpihak kepada masyarakat. “Mereka itu bak kekanak-kanakan yang hanya memikirkan egoisme pribadi. Dan dibenak mereka hanya ada jatah proyek”, sindir Parulian. Paling memalukan lagi, sebutnya sebagian anggota DPRD menerima jatah bantuan pemerintah masing-masing satu ekor ternak babi.
Dalam tiga minggu terakhir terjadi situasi memanas ditubuh legislatif, dan bahkan sempat terjadi tuding menuding antara unsur pimpinan dan anggota dewan. Sehubungan itu, sesuai pengakuan Juanda Banurea dan Sonny P Berutu, tim 15 sampai-sampai menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap pimpinan yang dinilai kurang transparan serta tidak loyal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ketua DPRD. Namun issu yang berkembang di masyarakat gras root, ketidakhadiran ke 15 anggota DPRD yang sempat diskors hingga tiga kali dan akhirnya batal itu, disebabkan pembagian jatah uang sidang antara pimpinan dan anggota yang tidak adil yang berasal dari eksekutif.
Ketika dikonfirmasi wartawan Surat kabar ini ketua DPRD Mansehat Manik,SPd seputar tanggapan adanya tim 15 yaitu mosi tak percaya terhadap Ketua DPRD, disela-sela acara memasuki Perkantoran baru Pemkab Pakpak Bharat dan sekaligus halal bil halal di Sendeka (26/10) Mansehat mengatakan, hal itu tidak perlu ditanggapi karena itu biasa dalam berdemokrasi. Dan saya siap untuk berganti jabatan tegas Mansehat dengan Deplomat.(PB01)
Menurutnya, dirinya merasa sangat kecewa terhadap kinerja para anggota dewan dimaksud yang tidak berpihak kepada masyarakat. “Mereka itu bak kekanak-kanakan yang hanya memikirkan egoisme pribadi. Dan dibenak mereka hanya ada jatah proyek”, sindir Parulian. Paling memalukan lagi, sebutnya sebagian anggota DPRD menerima jatah bantuan pemerintah masing-masing satu ekor ternak babi.
Dalam tiga minggu terakhir terjadi situasi memanas ditubuh legislatif, dan bahkan sempat terjadi tuding menuding antara unsur pimpinan dan anggota dewan. Sehubungan itu, sesuai pengakuan Juanda Banurea dan Sonny P Berutu, tim 15 sampai-sampai menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap pimpinan yang dinilai kurang transparan serta tidak loyal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai ketua DPRD. Namun issu yang berkembang di masyarakat gras root, ketidakhadiran ke 15 anggota DPRD yang sempat diskors hingga tiga kali dan akhirnya batal itu, disebabkan pembagian jatah uang sidang antara pimpinan dan anggota yang tidak adil yang berasal dari eksekutif.
Ketika dikonfirmasi wartawan Surat kabar ini ketua DPRD Mansehat Manik,SPd seputar tanggapan adanya tim 15 yaitu mosi tak percaya terhadap Ketua DPRD, disela-sela acara memasuki Perkantoran baru Pemkab Pakpak Bharat dan sekaligus halal bil halal di Sendeka (26/10) Mansehat mengatakan, hal itu tidak perlu ditanggapi karena itu biasa dalam berdemokrasi. Dan saya siap untuk berganti jabatan tegas Mansehat dengan Deplomat.(PB01)
Jalan Disekitar Pekan Doloksanggul Sesak

Doloksanggul-Dairi Pers: Beberapa jalan di sekitar Pasar induk (Pekan) Doloksanggul Kabupaten Humbahas, setiap hari pekan (jumat) penuh sesak di jejali para pedagang. Sehingga jalan di sekitar pajak itu sulit di lalui kenderaan bermotor di samping pemandangan yang menyakitkan. Kendati demikian, petugas yang berkompeten tidak ada terlihat di lapangan, untuk mengatur lalu-lintas yang sudah terlihat runyam.
Pantauan Dairi Pers, Jumat (26/10) hampir semua jalan yang ada di sekitar pajak itu penuh sesak di jejali para pedagang tanpa memikirkan akan keselamatan barang dagangannya dan arus lalulintas yang sudah macet.Para pedagang terlihat seenaknya menjajakan barang dagangannya dibadan jalan.
Mulai dari pedagang kain, ikan asin, sayur mayur dan kebutuhan sehari hari lainnya, semuanya menjajakan barang jualannya di atas tikar plastik di letakkan di badan jalan tanpa ada hambatan berarti. Saat Dairi Pers melintasi kawasan pajak tersebut, seorang pedagang sedang perang mulut dengan sopir bus Koperasi Diori.Karena barang jualannya sedikit tergilas bus tersebut. Salah seorang pedagang ikan asin mengaku br Sihite penduduk Desa Sileang kepada Dairi Pers mengatakan, mereka berjualan di badan jalan karena tempat jualan di dalam pajak tidak ada lagi.Semua telah penuh, ujar ibu lanjut usia itu.
Ketika ditanya apakah pernah terjadi penggusuran atau penertiban dari pemerintah terhadap pedagang yang berjualan di jalan, di jawab tidak pernah.Kami tetap membayar retribusi.Tidak mungkin kami di gusur, ujarnya seraya menanyakan marga dan alamat temannya bicara.(R.01)
Pantauan Dairi Pers, Jumat (26/10) hampir semua jalan yang ada di sekitar pajak itu penuh sesak di jejali para pedagang tanpa memikirkan akan keselamatan barang dagangannya dan arus lalulintas yang sudah macet.Para pedagang terlihat seenaknya menjajakan barang dagangannya dibadan jalan.
Mulai dari pedagang kain, ikan asin, sayur mayur dan kebutuhan sehari hari lainnya, semuanya menjajakan barang jualannya di atas tikar plastik di letakkan di badan jalan tanpa ada hambatan berarti. Saat Dairi Pers melintasi kawasan pajak tersebut, seorang pedagang sedang perang mulut dengan sopir bus Koperasi Diori.Karena barang jualannya sedikit tergilas bus tersebut. Salah seorang pedagang ikan asin mengaku br Sihite penduduk Desa Sileang kepada Dairi Pers mengatakan, mereka berjualan di badan jalan karena tempat jualan di dalam pajak tidak ada lagi.Semua telah penuh, ujar ibu lanjut usia itu.
Ketika ditanya apakah pernah terjadi penggusuran atau penertiban dari pemerintah terhadap pedagang yang berjualan di jalan, di jawab tidak pernah.Kami tetap membayar retribusi.Tidak mungkin kami di gusur, ujarnya seraya menanyakan marga dan alamat temannya bicara.(R.01)
Festival Lagu Toba/Tortor Dan Lomba Marhata Adat Di Tigalingga
Tigalingga-Dairi Pers: Menindak lanjuti gerakan penggalian budaya Etnis di Dapem IV, khususnya di kecamatan Tigalingga Kab Dairi, Agustus lalu telah di gelar sebuah gebrakan budaya berupa pagelaran Festipal Lagu lagu Karo dan adu Parkolong kolong. Ketika itu Tukar Ginting sebagai ketua panitia di dampingi Sekretaris ,Jefri Pinem kepada Dairi Pers, mengharap kiranya hajatan yang telah di cetus mereka dapat berlanjut dengan etnis lainnya yang ada di daerah itu seperti, Toba, Pakpak dan lainnya.
Seperti di ketahui,Dapem IV khususnya di kecamatan Tigalingga, dihuni ragam etnis dengan berbagai aneka ragam tradisi adat dan budaya. Menyikapi hal tersebut, beberapa waktu lalu di Tigalingga telah terbentuk sebuah kepanitiaan pelaksanaan Festipal Lagu/Tortor dan loma Marhata Adat/Sinamot.
Ketua Panitia Pelaksanaan Festipal,Omri Simanjuntak di dampingi Sekretaris Pongging Sinaga dan Rasman Sianturi kepada Dairi Pers, dengan raut optimis mengatakan acara Festipal Lagu/Tortor dan Marhata Adat, akan dilaksanakan tanggal 28-29 Desember 2007 di Tigalingga.
Khusus lagu yang di perlombakan, telah di tentukan panitia sebagai lagu wajib/pilihan untuk jenis Trio dan Solo. Sementara tortor dengan maximal 5 pasangan putra/putri. Sedangkan Marhata Sinamot, dengan peserta mewakili Paranak dan Parboru, masing masing 7 orang. Untuk perlengkapan telah di sediakan panitia.
Bukan klise tapi menurut Omri, tujuan utama dari pelak-sanaan Festival ini, untuk menggali dan melestarikan adat budaya etnis khususnya Toba, yang dianggap dapat sebagai perekat/ pemersatu etnis yang akhir akhir ini sudah sedikit luntur terlebih untuk menjalin kebersamaan dengan etnis lain di kecamatan Tigalingga, ujarnya.
Dikatakan, ini di alami oleh Tukar Ginting tokoh adat Karo kecamatan Tigalingga yang juga hadir pada pertemuan tersebut.Dia berharap kiranya etnis lainnya juga siap-siap untuk menggelar acara serupa, seperti yang telah dirintis etnis Karo dan Toba. Penitia Festival menambahkan, bagi para pemenang lomba lagu/tortor dan Marhata Adat, akan diberikan hadiah menarik berupa piala dan uang pembinaan. Bagi yang berminat dapat mendaftar di Jln.SM. Raja No 94 Tigalingga paling lambat Tgl 31 Oktober 2007 atau menghubungi HP 085275898226 dan 08170534550.(LT)
Seperti di ketahui,Dapem IV khususnya di kecamatan Tigalingga, dihuni ragam etnis dengan berbagai aneka ragam tradisi adat dan budaya. Menyikapi hal tersebut, beberapa waktu lalu di Tigalingga telah terbentuk sebuah kepanitiaan pelaksanaan Festipal Lagu/Tortor dan loma Marhata Adat/Sinamot.
Ketua Panitia Pelaksanaan Festipal,Omri Simanjuntak di dampingi Sekretaris Pongging Sinaga dan Rasman Sianturi kepada Dairi Pers, dengan raut optimis mengatakan acara Festipal Lagu/Tortor dan Marhata Adat, akan dilaksanakan tanggal 28-29 Desember 2007 di Tigalingga.
Khusus lagu yang di perlombakan, telah di tentukan panitia sebagai lagu wajib/pilihan untuk jenis Trio dan Solo. Sementara tortor dengan maximal 5 pasangan putra/putri. Sedangkan Marhata Sinamot, dengan peserta mewakili Paranak dan Parboru, masing masing 7 orang. Untuk perlengkapan telah di sediakan panitia.
Bukan klise tapi menurut Omri, tujuan utama dari pelak-sanaan Festival ini, untuk menggali dan melestarikan adat budaya etnis khususnya Toba, yang dianggap dapat sebagai perekat/ pemersatu etnis yang akhir akhir ini sudah sedikit luntur terlebih untuk menjalin kebersamaan dengan etnis lain di kecamatan Tigalingga, ujarnya.
Dikatakan, ini di alami oleh Tukar Ginting tokoh adat Karo kecamatan Tigalingga yang juga hadir pada pertemuan tersebut.Dia berharap kiranya etnis lainnya juga siap-siap untuk menggelar acara serupa, seperti yang telah dirintis etnis Karo dan Toba. Penitia Festival menambahkan, bagi para pemenang lomba lagu/tortor dan Marhata Adat, akan diberikan hadiah menarik berupa piala dan uang pembinaan. Bagi yang berminat dapat mendaftar di Jln.SM. Raja No 94 Tigalingga paling lambat Tgl 31 Oktober 2007 atau menghubungi HP 085275898226 dan 08170534550.(LT)
Langganan:
Postingan (Atom)
