12 Maret 2009

KOPI LUWAK Liputan Vanity Fair : MAKIN DIMINUM MAKIN SEGAR


Berikut adalah terjemahan dari tulisan asli pada Majalah Vanity Fair
VANITY macchiat o
Dagli escrementi dei luwak (a destra, un esemplare) a Sumatra viene tratto un prezioso caffè. Sotto, le donne che raccolgono la materia prima.

Berasal dari tai musang tapi nikmat? Hewan Luwak atau musang yang hidup di Sumatra telah menghasilkan kopi paling mahal di seluruh dunia.
oleh Imma Vitelli, foto Ben Bohane
Vanity Fair Edisi Italia Bulan Oktober 2008 memuat KOPI LUWAK SIDIKALANG
Pengantar: Kopi Luwak Sumatera dari Sidikalang adalah produk unggulan yang pantas dibanggakan, apalagi setelah dimuat di Vanity Fair tsb diatas. Berikut adalah saduran reportase oleh Imma Vitelli. Kami berterimakasih kepada Pastor Ben OFMCap, Biara Kapusin Helvetia, yg telah membantu menerjemahkan naskah asli dari Bahasa Italia.
Seorang sahabat dari Australia bercerita bahwa kopi dari tai musang dibelinya di Sidney dengan harga U$ 50 per gelas. Kopi ini sangat jarang karena hanya sekitar 500 kg/tahun. Sore panas di sopo, dengan rasa enak kopi, ditambah rasa cokelat, padahal dari tai musang, bukankah itu menarik? Kalau ingat bahwa kopi tsb telah melalui perut musang siapa yang mau. Tetapi jangan berhenti dulu.

Photo Cover. Para Petani Pengumpul Kopi Luwak Sedang Menikmati Kopi Luwak tsb di Kediaman N. Gultom di Sindoro, Desa Barisan Nauli, Kec. Sumbul, Kab. Dairi (foto oleh Ben Bohane, Vanity Fair)
Ini adalah keajaiban alam: Luwak hanya memakan kopi terbaik dari jenis Kopi Arabika Sumatera. Kopi hanya kehilangan lendir buahnya, kulit biji tidak terganggu sama sekali pada saat biji dikeluarkan melalui feses. Kopi tsb telah dipengaruhi oleh enzim pencernaan musang sehingga lebih harum dan memiliki cita rasa yang lebih enak.
Kopi luwak tsb dikumpulkan ibu-ibu dari tengah hutan yang berdampingan dengan kebun kopinya. Ibu-ibu tsb mengumpulkannya seperti para perempuan (di Eropa) mengumpulkan kotoran anjingnya (di Eropa adalah tanggung jawab pemilik anjing untuk mengumpulkan dan membuang kotoran anjingnya).
Kopi luwak yang diagungkan oleh cafe-cafe yang mahal di seluruh dunia dan dimuat di Majalah Forbes, dan ditayangkan di acara talk show Oprah, dan ditawarkan melalui eBay melalui coffee shop di New York, Hong Kong, Vancouver, London, juga di Milan.
Demikian cerita yang menantang kami, lalu kami menghubungi Sdr. Eko Maryadi, untuk membantu liputan tsb. Hal ini kami lakukan karena banyak orang merahasiakan hal kopi luwak sehingga kami semakin penasaran. Akhirnya suatu hari Eko Maryadi menghubungi John M. Sianturi untuk reportase kami.
Hari panas ketika kami tiba di Medan, Sumatera Utara. Tempat ini indah, masih memiliki hutan, gunung yang masih aktif, dan di kiri kanan jalan yang kami lalui ke tempat tujuan ada sedemikian banyak perkebunan kakao, vanili, dan tanaman cengkeh.
Kami tiba di Sidikalang yang merupakan daerah kopi. Kopi tsb tidak terlalu tinggi hanya setinggi orang. Kami berhenti di pekan Sumbul, menyaksikan rumah dari kayu, petani yang menjual kopi arabika Sidikalang. Mereka jual beli kopi arabika akan tetapi tidak ada yang menjual kopi luwak.
Untuk penduduk Kab. Dairi luwak adalah musuh karena menjadi hama buah-buahan, ayam, dan memakani buah kopi. Kesan kami luwak adalah hewan yang tidak baik.
Kami berjumpa dengan John M. Sianturi yang ramah dan memberikan kartu namanya yang indah karena dirancang dengan baik. John cerita bahwa sewaktu kecil hingga bekerja di Lab. Vertebrata sering melakukan pemerangkapan musang karena gangguan hewan ini pada pertanian.
Apa yang membuat kami terpesona adalah John M. Sianturi bagaikan Robin Hood dari Sumatera karena merupakan orang pertama di dunia yang menjual kopi luwak tsb ke negara-negara maju dan mendampingi petani. Dia mampu mengekspor kopi tai hewan tsb dengan harga yang tinggi. Hal ini dilakukannya setelah melihat acara Oprah di Internet, lalu berseru: ”kenapa saya tidak melakukannya?”

Ir. John M. Sianturi, Dipl.Agr. di tengah Kebun Kopi Sindoro, Desa Barisan Nauli, Kec. Sumbul, Kab. Dairi (foto oleh Ben Bohane, Vanity Fair)
John ini menamatkan Sarjana Pertanian di IPB lalu mendalami Manajemen hama perkebunan, juga di IPB, selama 3 tahun setelah itu. Dia memiliki latar belakang ilmu yang cukup lengkap tentang musang.
Ini memang pekerjaan sulit untuk dia karena harus menyakinkan petani kopi bahwa tai musang berharga menjadi kopi luwak. Musang dari lawan menjadi kawannya. Pencernaan luwak baik untuk mutu kopi, musang perlu dilindungi di sekitar hutan Lae Pondom. Hal ini karena masih ada lebih dari 600 musang di hutan tsb.
Sindoro
Kami tiba di sekitar hutan yang berdampingan dengan kebun kopi. Kami menyaksikan hujan yang sangat lebat, pakaian yang di jemuran pun tak sempat diambil hingga menjadi basah semua.
Nelson Gultom dan isterinya br. Sianturi yang adalah pengurus kelompok tani menyambut kami dengan ucapan selamat datang. Ada sekitar 10 ibu-ibu yang ada di tempat tsb. Bagi kami semula melihat mereka seperti vampir karena mereka memakai sarung di cuaca yang dingin dan mulut mereka merah seperti darah. Ini karena mereka makan sirih.
Para ibu-ibu tsb adalah petani miskin, hidup mereka berat; daun sirih menjadi sahabat. Dari 250 orang petani di daerah tsb ada sekitar 20 orang yang dengan suka rela menjadi pengumpul kopi luwak yang terlatih.
Gultom dengan semangat menjelaskan bahwa kopi luwak tsb dahulu tidak dihargai. Sering hanya dicampur dengan kopi biasa. Dengan kegiatan oleh John M. Sianturi maka kopi luwak tsb memiliki harga mahal. Kami menyaksikan tai luwak yang masih segar, butir kopi yang putih bercampur dengan biji-bijian hitam dalam kantong plastik yang dibawa petani. Pak Gultom lalu mengambil tai luwak tsb satu sendok lalu menaruhnya dibawah hidungku, dan baunya hanya seperti tanah lembek.
John menjelaskan bahwa bau kotoran yang umum dipengaruhi oleh bakteri Coli. Pada usus musang tidak ada bakteri Coli tsb sehingga tai musang tidak bau.
Ibu-ibu lalu membuat lipatan daun sirih baru. Ibu Silalahi yang duduk di sampingku bercerita bahwa dia baru mulai satu minggu ini menjadi pengumpul kopi luwak. Dulu dia tidak mau karena telah memiliki penghasilan Rp. 400-900 ribu/bulan dari hasil kopinya. Dia mampu menyetor sekitar 12 kg kopi luwak segar per minggu. Dan hal tsb sudah membantu menambah penghasilan keluarganya.
Menikmati kopi luwak
Kemudian tiba waktunya, isteri Pak Gultom membawa air panas dan kopi yang sudah digiling. Dia menuangkan air panas pada kopi bubuk dalam gelas. Saat untuk meminum pun tiba. Karena disodorkan, akhirnya saya minum juga. Kopi yang sangat bagus dengan sedikit rasa cokelat yang alami. Enak sekali. Kami meminumnya bersama-sama para ibu tsb.
Saya lihat sekeliling, melihat reaksi ibu-ibu tsb. Saya melihat mereka dalam kemiskinannya yang membuat para orang kaya heran. Mereka mengaku bahkan baru kali ini menikmati kopi yang sangat enak tsb. Selama ini mereka belum pernah mencobanya. Sementara orang-orang kaya di negara maju sudah menikmati kopi luwak tsb di cafe-cafe mewah dengan harga yang sangat mahal.
Pendapat Sdr. John M. Sianturi setelah reportase tsb adalah kekuatiran pemalsuan. Orang tergiur dengan harga mahal, lalu nama produk unggulan tsb menjadi cacat bahkan hancur. Dia mengatakan: ”Saya melakukannya dengan tulus. Pedaganglah yang sering menghancurkan komoditi unggulan Dairi. Uang bukan segala-galanya!” Ada ucapan dia yang menyentuh hati: ”Belum cukupkah nama nilam, vanili, dan kopi sidikalang hancur? Jangan hancurkan lagi nama Kopi Luwak Sidikalang yang dengan susah payah kami bangun!”

20 November 2008

Sukses Tani: OBAMA JADI PRESIDEN AS: ADAKAH PENGARUHNYA BAGI PETANI KOPI SIDIKALANG?



Hari Rabu pada pekan yang lalu ini beberapa pedagang di Pekan Sidikalang kembali geger karena dua orang dari Amerika datang berkunjung. Lalu mereka dengan dengan sangat gembira memfoto hampir seluruh aktivitas masyarakat yang kebetulan hari pekan kecil tsb. Apa yang menarik mereka datang ke Dairi?
Terpilihnya Barack Hussein Obama jadi presiden USA telah menarik hati orang-orang Amerika datang ke Indonesia. Tamu kali ini adalah ahli-ahli kopi dari organisasi Specialty Coffee Association yang pusatnya adalah di New York. Mereka berdua, yakni Mr. Thompson Owen (Perusahaan Sweet Maria’s Home Coffee Roasting) dan Ms. Wendy de Jong (Tony’s Coffees & Teas), walaupun masih muda, adalah para pimpinan top perusahaan pedagang besar kopi. Mereka memang anggota SCA of America yang mengunjungi dan ingin terlibat langsung dengan perdagangan kopi dari SCA of Indonesia (SCAI). Penulis kolom ini adalah anggota yang terdaftar resmi pada SCAI.
Obama pernah beberapa tahun sekolah SD di Indonesia. Dan sampai sekarang beliau masih bisa berbahasa Indonesia, menurut kawan-kawannya sewaktu SD tsb. Lalu, orang-orang Amerika patut merasa perlu dengan barang khas yang berasal dari Indonesia. Apalagi kopi? Mereka termasuk peminum kopi, sekitar 15 kali lebih banyak dibanding rata-rata orang Indonesia. SCAI memfasilitasi kunjungan tsb. Dan kunjungan agrowisata adalah perjalanan yg paling disukai penduduk dari negara-negara maju.
Yang kita petik adalah mari manfaatkan kesempatan emas ini untuk mempromosikan Kopi Sidikalang. Karena untuk orang-orang Amerika hal-hal yang biasa pun menurut kita sudah merupakan kejutan yang pantas diabadikan mereka. Bahkan tandiang dan simaroma-oma pun mereka foto sebagai kenangan. Mr.Owen berjanji akan memuat foto-foto menarik dari Dairi tsb pada situsnya www.sweetmarias.com yang sudah dikenal pada aktivis kopi internasional.. Semoga para perantau Dairi pun akan kagum dengan foto-foto tsb jika sudah dimuat nanti. Semoga para petani kopi Sidikalang juga akan makin meningkat pendapatannya karena promosi akan meningkatkan nilai jual produk, khususnya hasil pertanian.

Foto Mr. Thompson Owen dengan Gayanya yang Lucu di Depan Patung Harimau Sumatra (depan Gedung Nasional Sidikalang)

Wawancara SCA dengan Petani Kopi Dairi di Desa Bangun I.
Brosur topik tertentu tersedia untuk Petani/Pembaca Dairi Pers di Sekretariat Redaksi Dairi Pers.
Tim Sukses Tani Dairi Pers akan berusaha menjawab pertanyaan bidang pertanian dan pedesaan yang perlu disajikan pada kolom ini atau konsultasi langsung. Silahkan hubungi langsung atau SMS-kan pertanyaan (tolong sebut nama dan alamat) ke ponsel kami: 0813 6230 1475.

Y a n g M i r i n g : Zaman

Zaman datang silih berganti tanpa ada yang mengetahui. Bagi bangsa ini banyak zaman telah dilalui. Zaman berjuang untuk merdeka, zaman mempertahankan kemerdekaan, Zaman orde lama, orde baru dan kini zaman reformasi. Kita sering mendengar manusia tiga zaman, manusia empat zaman serta lainnya. Manusia yang mampu bertahan disegala zaman bisa disebut tangguh. Tentu tangguh karena mampu menyesuaikan diri.
Darwin menyebut manusia berasal dari kera. Dengan evolusi ,kini menjadi berubah. Waktu membuat orang ganteng, tinggi semampai, ada yang mancung, kulit putih dan ada cewek yang cantik dengan mayang terurai, Kulitnya halus bak kulit bayi. Bahkan ada yang rela mati demi wanita. Setidaknya itu dibuktikan Romeo yang rela mati demi Juliet. Padahal jika juliet itu ada semasa zaman pra sejarah mungkin bisa dibayangkan badan berbulu hingga satu jengkal, hidung mekrok dan tak pakai baju.
Lukisan monalisa karya Michael Angelo diperebutkan. Harganya hingga triliunan rupiah. Itu diklaim sebagai wanita tercantik zamannya. Bayangkan untuk lukisan saja rela menguras kocek hingga triliunan rupiah.Berantam lagi. Lantas bagaimana pula nilai manusia aslinya ?
Ini semua berkata manusia sebenarnya adalah pelaku perubahan. Manusia rindu dan inginkan perubahan. Dengan perubahan ada harga . Dengan perubahan ada nilai. Dengan perubahan ada sejarah dan dengan perubahan ada cerita.
Zaman reformasi menuding zaman orde baru kurang demokratis. Padahal zaman orde baru sebelumnya menuding zaman orde lama tak beres. Dan zaman orde lama menyebut zaman penjajahan tidak sesuai dengan peri kemanusian dan peri keadilan. Suka tidak suka harus kita akui kita sering menyalahkan masa lalu. Padahal yang menyalahkan masa lalu itu justru pelaku masa lalu. Itu namanya menyesuaikan diri dengan zaman. Saya khawatir usai orde reformasi ini akan muncul orde lainnya yang tetap saja menyalahkan masa orde reformasi.
Saya pernah membaca buku sejarah pelaku orde lama Soekarno ditahan, diasingkan. Pengikutnya juga hampir sama ditahan dan diasingkan oleh penguasa sesudah zaman itu. Padahal jika mau jujur penguasa orde baru kala itu juga bagian yang tak terpisahkan dari zaman orde lama.
Teman saya mengatakan semua pentolan Partai “A” (contoh) bagus dan pemimpin yang handal. “Itu tepat tetapi tidak luar biasa” karena hanya itu pilihan satu-satunya pada zaman itu. Lihat saja ketua-ketua partai sekarang hampir semua dari satu partai yang pernah berkuasa di zaman orde baru. Kembali zaman yang membuat mereka harus beradaptasi. Zaman yang menuntut mereka harus berubah. Kesimpulanya adalah tidak bisa menilai dan mengklaim bagus seseorang kalau pilihan yang diberikan hanya satu.
Sama halnya dengan anak sekolah yang diberikan pertanyaaan dengan jawaban multipel choice. Jika pilihan jawaban yang diberikan hanya satu namanya tak luar biasa bahkan bisa disebut ujian ecek-ecek.
Zaman ternyata tak bisa dihambat, manusia sebagai mahluk dinamis menginginkan perubahan. Sejarah telah menceritakan itu semua. Namun tidak juga salah jika ada mahluk hidup yang tak inginkan perubahan zaman. Paling resikonya mati dengan prinsipnya mempertahankan “keortodokan”. Lihat saja film Jurrasic Park dengan binatang purbanya tewas karena tak bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. Mereka tinggal sejarah. Binatang yang tegap, besar , kuat dan ditakuti di zamannya itu kini hanya tontonan menghibur bagi anak-anak. Meski besar, tegap, kuat dan ditakuti namun tak mampu untuk perubahan hanya dihadiahi tewas dan mainan anak-anak (Chief Of Editor)

Tidak Ada Yang Kebal, Takutlah Pada Peraturan

Sidikalang-Dairi Pers : Gencarnya pemberantasan korupsi serta perubahan tren yang terjadi harus disikapi semua jajaran pemkab Dairi jika tidak ingin berurusan dengan hukum. Tidak ada yang kebal, tidak ada yang kuat. Mantan Kapolri masuk, mantan menteri masuk, mantan walikotamasuk, juga mantan bupati masuk bui hanya karena korupsi. Era sekarang era transparansi . Ikuti tren yang terjadi jika tidak ingin tergilas oleh zaman.
Demikian disampaikan Bu-pati Dairi DR MP Tumanggor dalam pidato pelantikan Sekda Dairi Rabu (23/10) di Sidi-kalang. Disebutkan kondisi perang terhadap korupsi yang dilakukan pemerintah seka-rang harus disikapi mereka-mereka yang berhubungan dengan keuangan negara. Takutlah pada peraturan karena kini zaman telah berubah dan tidak ada yang kebal dengan hukum, sebut-nya.
Dikatakan komit peme-rintahan sekarang untuk pem-berantasan korupsi sudah menjadi harga mati. Untuk kejahatan korupsi tidak pan-dang bulu sehingga ini menjadi sinyalemen bagi semua untuk tidak bermain-main dengan korupsi. Saya ingin pada akhir jabatan saya ini semua ber-langsung baik-baik saja. Saya tidak ingin ada yang berurusan dengan aparat hanya karena korupsi. Pemerintah sekarang tegas akan hal itu.
Pilkada
Sementara itu menying-gung pilkada DR MP Tumang-gor menyebutkan agar menya-lurkan hak pilih dan pilihlah pasangan calon Bupati Dairi yang berkenan di hati. Jangan menjadi terkotak-kotak hanya karena pilkada. (R.07)

Serangan Tikus Reda Petani Berampu lega

Berampu-Dairi Pers : Petani Berampu, Dairi yang beberapa tahun silam diteror hama tikus kini mulai bernafas lega. Hama pengerat batang padi tersebut tahun ini tidak menyerang tanaman mereka lagi. Namun demikian bebera-pa lahan masih juga diserang hama binatang menyusui tersebut tetapi jumlah tidak terlalu luas.
Sihombing salah seorang petani daerah itu kepada Dairi Pers Kamis (23/10) mengakui kalau hasil panen tahun ini mulai normal. Serangan hama tikus tidak terlalu terasa namun kewalahan petani justru karena pupuk yang langka. Harga alat-alat pertanian masyarakat membubung tinggi. Namun diakui cukup lega untuk tahun ini karena hasil panen mereka masih cukup menguntungkan.
Hasil panen petani meski tidak seberhasil tahun-tahun sebelumnya namun mereka bersyukur serangan tikus tahun ini jauh berkurang. Sihombing menambahkan tahun ini kon-disi iklim juga terjadi peruba-han . Jika pada bulan Oktober musim kemarau kini justru musim hujan mengguyur. Hal tersebut berakibat sulitnya pengeringan hasil panen mere-ka. (R.07)

SD 030384 Kanopan Kekurangan Guru Pengajar

Siempatnempu-Dairi Pers: Sekolah Dasar(SD) Kanopan Kecamatan Siempatnempu kekurangan guru pengajar mata pelajaran agama kristen.Hal ini dibenarkan kepala sekolah SD Kanopan J.Silaban ketika dikonfirmasi Dairi Pers ditempat kerjanya rabu(22/10).
“Kebanyakan anak didik kami beragama nasrani, kami memang memiliki guru agama katolik tapi itu tak sebanding dengan jumlah siswa yang berjumlah tiga ratusan lebih,oleh sebab itu kami sagat membutuhkan tenaga pengajar dibidang tersebut tegasnya.
Ditambahkanya hal tersebut sudah pernah diajukan ke pihak terkait tapi karena masih banyak sekolah lain yang lebih membutuhkan maka untuk SD Kanopan hal itu masih dipertimbangkan.Sekolah ini juga membutuhkan renovasi ruangan kelas dimana ada dua ruangan kelas yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
SD Kanopan dengan guru yang berjumlah 18 orang dengan murid 337 siswa ini juga telah meluluskan anak-anak terbaik terbukti dengan adanya siswa lulusan sekolah ini yang melanjutkan pendidikannya di sekolah SMP terbaik di sidikalang.(Lian/Erwin)

Pupuk Sulit Hasil Pertanian Desa Hutaimbaru Menurun

Siempatnempu-Dairi Pers:Pupuk yang menjadi kebutuhan para petani,dalam bulan terahir ini sangat sulit didapat dipasaran walaupun tersedia harganya melambung tinggi.Hal ini dialami para petani yang berada di Desa Hutaimbaru kecamatan Siempatnempu.Hasil pertanian khususnya padi menurun drastis pada hal komoditi ini adalah komoditi andalan masyarakat di desa tersebut.
Pantauan Dairi Pers di desa tersebut menyebutkan para petani sudah sangat menprihatinkan,karena sebagian para petani adalah perantau yang datang dari desa lain mereka harus menyewa areal pertanian dan membayar sewa tanah setiap tahunnya kepada para pemilik areal tersebut.
Salah satu warga bermarga Maha yang dikonfirmasi Dairi Pers ketika sedang memanen padi menyebutkan”Hasil pertanian tahun ini tidak memuaskan saya jadi pusing karena harus membayar uang sewa areal pertanian ini,belum lagi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,kadang saya harus mencari pekerjaan sampingan guna menutupi kebutuhan kami” tandasnya.
Sementara petani lain yang bermarga Aritonang menyebutkan untuk mendapatkan pupuk jenis urea mereka harus menunggu lama padahal umur tanaman sudah waktunya di pupuk”tanaman tidak lagi menghasilkan sebagaimana yang kami harapkan pekerjaan kami jadi sia-sia padahal ini satu-satunya tumpuan hidup kami”ujarnya.Seraya berharap agar para petani di desa tersebut lebih diperhatikan oleh instansi terkait.

.

PT DPM SosiaLisasi di Laeparira

Laeparira-Dairi Pers:Untuk menyikapi adanya berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat mengenai bagaimana tentang kegiatan PT DPM yang memproduksi seng dan timah hitam di Sopokomil Kecamatan Silima pungga-pungga, yang sampai saat ini belum memperoleh ijin pemakaian lahan dari Menteri Kehutanan RI,pihak DPM melakukan Sosialisasi.
Sosialisasi dilakukan pihak PT DPM dengan para kepala desa dari 2 Kecamatan yakni Kecamatan laeparira dan kecamatan Berampu,yang diadakan di kantor Camat Laeparira ,Kamis ( 24/10 )
Camat Laeparira Eddi Banurea SH. Mengatakan tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk menyatukan persepsi yakni adanya suatu kesamaan pandangan dan pendapat bilamana adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat,kiranya para Kepala desa dapat memberikan penjelasan yang tepat dan akurat kepada masyarakat di 2 kecamatan.
Bangun Simamora Humas PT DPM dalam paparannya menegaskan bahwa sampai saat ini PT DPM belum beroperasi,masih dalam tahap Eksplorasi dan Konstruksi,hal ini pun dilakukan menurut aturan dan ada payung hukumnya,adanya informasi yang beredar bahwa saham PT DPM telah dibeli oleh Investor atau Take Over kepada pihak lain,hal itu dikatakannya tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang dilakukan PT,DPM,kegiatan dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan,untuk itu Bangun Simamora meminta adanya komunikasi yang secara bersama-sama dengan para Kepala desa ,sehingga tidak adanya informasi yang simpang siur.
Sosialisasi yang diadakan PT DPM juga memberikan gambaran jika mana nantinya beroperasi,bagaimana dampak positifnya dan apa dampak negatipnya kepada masyarakat,setelah selesi pemaparan tentang sosialisasi diadakan tanya jawab,yang masing-masing kepala desa dari 2 kecamatan memberikan pertanyaaan yang cukup antusias,dan dipaparkan pihak PT.DPM,
Sosialisasi ini dihadiri oleh Camat Laeparira dan Camat Berampu.Unsur Muspika.Kepala desa dari 2 Kecamatan dan Tokoh Masyarakat (SB).

KTP Boleh Untuk Memilih 10.000 Surat Suara Rusak

Sidikalang-Dairi Pers : Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat digunakan sebagai peng-ganti kartu pemilih jika hingga pada hari H Pemilihan belum sampai kepada pemilih. Namun penggunaan KTP hanya dipe-runtukkan untuk mereka yang namanya sudah terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap).
Ketua KPU Dairi Drs.
Pasder Berutu MBA didam-pingi Lindawaty Br. Simanjutak menyebutkan KTP juga dapat digunakan namun khusus bagi yang mereka yang telah terdaftar dalam DPT. Namun demikian dikatakan untuk pendistribusian unda-ngan atau kartu pemilih dipas-tikan akan tiba pada PPK hingga TPS satu hari sebelum hari pemilihan.
Sementara itu disebutkan semua logistic berkaitan dengan pilkada Dairi tanggal 23 Oktober telah mulai disalurkan ke PPK kecamatan dan diinapkan sementara di kecamatan yang selanjutnya didistribusi ke PPS hingga TPS. Metode yang dilakukan hari pertama didistribusi untuk kecamatan yang letaknya jauhdari kota Sidikalang. Dan terakhir akan didistribusi untuk kota Sidikalang.
Paket logistic yang dirim yakni surat suara, kotak pemili-han, kotak suara, tinta, Bantalan tinta, alat mencoblos hingga formulir berita acara. Me-nyinggung sterilnya suara suara di PPK dikatakan KPU bersama polisi telah melakukan kerja sama untuk pengama-nannya hingga sampai selamat di PPS. “logistik ini dijaga ketat dan akan terus steril hingga hari H pencoblosan “ ujar Pasder.
Rusak
Sementara itu diperkirakan sekitar 10.000 surat suara yang tiba di KPU rusak dari perce-takan. Surat suara yang rusak ini dipastikan akan diganti dan sudah rampung sebelum pil-kada. Kerusakan suara ini murni dari percetakan yakni pada sisi kartu surat suara robek. Namun demikian Pasder menyebutkan suarat suara itu akan diganti dengan menggunakan berita acara dan disaksikan pihak berwajib.
Sedang aktifitas pelipatan surat suara dilakukan KPU Dairi dengan melibatkan siswa SLTA di dua tempat. Surat suara yang dilipat ini dilakukan 250 siswa SLTA dan dipusat-kan di dua tempat yakni KPU Dairi serta SMKN 1 Sidikalang. Pemberla-kuan sterilisasi lokasi dilakukan ketat oleh aparat polisi. Mereka yang melipat surat suara ini masuk ke ruangan pelipatan di periksa dan digeledah aparat . Demikian juga seusai menye-lesaikan tugas pelipatan juga diperiksa. Dalam pelipatan ini juga dikaitkan dengan sortir surat suara yang ditemukan rusak.
Menyinggung kesiapan KPU D dalam melaksanakan pilkada Pasder meyebutkan sudah siap dan semua persia-pan rampung. Menyinggung hasil pilkada Pasder menye-butkan tidak akan memberi-tahukan hasil perhi-tungan sementara. KPU Dairi hanya mengumumkan perolehan suara resmi, katanya. (R.07)

Keseharian Anak SD Penjual Lumut

Sidikalang-Dairi Pers: Masih pagi benar sekira pukul 6 pagi Ramot Bintang siswa kelas 6 SD Bintang Hulu, Dairi telah berangkat ke mata air sekitar 1 km dari rumahnya. Ember dan satu tangguk jaring ditangan. Dalam kedingin kota Sidikalang anak sekecil itu telah menjaring helai demi helai lumut. Sekitar setengah jam dia kembai dan bersiap untuk ke seklah.
Lumut yang tumbuh dimata air daerah itu menjadi komoditi uang. Lumut ini digunakan pemancing kota Sidikalang sebagai umpan. Satu hari saya bisa mendapat Rp. 10.000 ujar Ramot kepada Dairi Pers. Sedang bagaimana awalnya terjun sebagai pencari lumut umpan pancingan itu dikatakan awalnya disuruh para pemancing mencari lumut menggunakan tangguk jaring. Usai megumpulkan satu plastik saya diberikan Rp. 2.000. Saya berpikir jika ini dijual dipinggir jalan pasti laku. Dan itu awalnya mencoba menjual lumut ternyata berhasil. Kini pemancing kota sidikaang tidak bersusah payah lagi untuk turun, berendam dalam kolam yang penuh lumut.
Bagiamana keseharian Ramot? Kepada Koran ini berturur dia merupakan anak ke 5 dan 7 bersaudara. Orang tuanya hanya seorang petani dengan penghasilan pas-pasan. Namun demikian bagi mereka sekolah menjadi satu kewajiban. Semua saudaranya bersekolah. Usai sekolah biasanya langsung ke ladang untuk membantu orang tua. Namun Ramot mengatakan usai sekolah orang tuanya membenarkannya berjualan lumut dikompleks MIN Bintang Hulu. Uang yang didapat diberikan kepada orang tua dan biasanya sekitar Rp. 1.000 s/d Rp. 2.000 diberikan kepadanya untuk ditabung atau biaya jajan.
Lumut merupakan salah umpan pemancing Sidikalang yang digandrungi. Lumut ini tumbuh subur dimata air . Tanaman air ini tumbuh alami tanpa pupuk dan hanya tumbuh pada habitat tertentu. Tidak ada yang menyangka tumbuhan yang tumbuh liar ini akhirnya mendatangkan peluang ekonomi.
Pantauan Dairi Pers puluhan anak setiap harinya bekerja sebagai pencari lumut di daerah itu. Batas harga yang tidak ada membuat penghasilan anak-anak SD ini tidak menentu. Jika pembeli yang simpati datang mereka bisa mendapat uang lebih. Namun disisi lain bisa saja lumut yang tidak habis terjual akhirnya dibuang. Tanaman ini hanya bisa digunakan umpan selama 12 jam saja. Lewat dari waktu tersbut akan busuk dan berbau.
Keseharian Ramot dengan rutinitas kerja dan mencari rezeki merupakan sesuatu yang belum waktunya. Harusnya anak sekecil itu masih bermain dan menghabiskan masa kecilnya dengan keindahan dan bersendawa. Namun jalan hidup seorang anak seperti Ramot tidak seperti impian anak-anak lainnya. Saat dipertanyakan cita-citanya Ramot hanya tersenyum dan tak mampu berkata.
Ramot hanya salah satu gambaran anak Dairi yang kurang beruntung dengan masa kecilnya. Gilasan ekonomi yang kini melanda Dairi dengan turunnya harga-harga panen masyarakat membuat banyak orang tua di Dairi tertekan ekonomi. Masa kecil anak-anak hilang seiring harus turun membantu orang tua untuk menopang ekonomi. (R.07)