18 Juli 2009

Warga Desa Laehaporas Minta Pengaspalan Jalan

S.Nempu Hilir-Dairi Pers: Sebanyak 150 Rumah Tangga (RT) warga Desa Laehaporas kecamatan Siempatnempu Hilir Dairi, sangat mengharapkan perhatian Pemkab Dairi/Dinas PU untuk mengaspal jalan sepanjang 5 Km menghubung kan Desa itu ke jalan aspal. Kondisi jalan itu saat ini cukup memprihatinkan karena banyak kubangan serta berlumpur bila musim hujan.Kepala Desa Laehaporas, Lamhot Simbolon kepada Dairi Pers mengatakan, keadaan jalan tersebut sudah di laporkan ke Dinas PU sekaligus sebagai permintaan agar jalan di maksud di aspal.Namun hingga kini tanda tanda akan perbaikan belum terlihat di lapangan.
Lamhot Simbolon mengaku sangat prihatin melihat warga bila hendak memasarkan hasil taninya ke pekan. Sebab hasil pertanian harus di pikul sendiri dengan jalan naik turun sepanjang 5 Km.
Yang paling menyedihkan, adalah terhadap anak usia Sekolah Dasar (SD). Dari Desa tersebut sekitar 110 orang murid SD harus jalan kaki sepanjang 6 KM menuju tempat sekolahnya yakni ke SD Laelogan,SD Panikkiran dan ada ke SD Pardomuan.Begitu juga dengan pelayanan medis sangat memprihatinkan. Sebab di Desa ini belum ada Puskesmas, ujarnya (BS)

Gedung Bale Karina Termegah di Dairi Diresmikan

Sidikalang-Dairi Pers: Gedung Bale Karina yang berlokasi di jalan empat lima Sidikalang, diresmikan Sabtu pekan lalu. Gedung tersebut di perkirakan berbiaya Rp 3 miliar. Peresmian gedung itu di hadiri ratusan undangan yang dating dari berbagai Desa, termasuk hula hula, boru dan bere/ibebere dari keluarga Richard Lingga,SE selaku pemilik gedung. Acara itu di meriahkan artis dari pusat dan juga dari Sumbul.
Pemilik gedung/pengusaha muda yang berasal dari Sumbul kecamatan Sumbul, Richard Lingga,SE mengata kan, pembangunan gedung itu di maksudkan agar kota Sidikalang tidak kalah dengan kota lainnya yang ada di Sumatera Utara, yang memiliki gedung yang repre sentative sebagai tempat menggelar berbagai kegiatan seperti pesta pernikahan, rapat, kebaktian dan pesta adat lainnya.
Di Medan dan kota lainnya yang ada di Sumatera punya gedung yang megah yang sering digunakan sebagai tempat pertemuan dan tempat pesta pernikahan, kenapa di Sidikalang tidak ada, ujarnya seraya menambahkan bahwa hal itulah pertanyaan awal sehingga kita membangunan gedung ini, tandasnya.
Selain hal itu, terlaksana nya pembangunan gedung Bale Karina atas dukungan semua keluarga termasuk, terutama mama saya yang selalu mendoakan kami, ujarnya mengundang semua hadirin tepuk tangan.
Dikatakan, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi masya rakat kabupaten Dairi semakin membaik dari waktu ke waktu. Sebab itu tidak salah kalau di sini berdiri gedung yang tergolong megah dan tidak kalah dengan bangunan yang ada di Medan sebagai tempat pertemuan atau tempat pesta adat. Misalnya suatu saat ada pesta adat perkawinan di gedung ini.Sementara pihak pengantin perempuan atau laki laki orang Medan.Tentu mereka merasa heran bahwa Sidikalang telah memiliki gedung (balai) yang tergolong megah. Kita juga bangga kalau mereka menceritakan keme-gahan gedung ini di kampung nya, tandasnya.
Dikatakan,untuk sementara ini bahwa sewa gedung tersebut untuk lantai atas, hanya Rp 1juta di tambah 500 kursi plastik. Sedangkan untuk lantai bawah Rp 1,5 juta. (R.01)

17 Juli 2009

Harga Jagung Turun Rp 600/Kg di Pasaran Dairi

Sidikalang-Dairi Pers: Harga biji jagung di pasaran kabupaten Dairi, kembali menurun drastis dari Rp 2400 kini menjadi Rp 1800/ kilogram (turun Rp 600/ kg). Penurunan harga itu terjadi Minggu ketiga Mei 2009.
Pantauan Dairi Pers, di pasar induk Sidikalang, Rabu (27/5) harga jagung tetap masih Rp 1800/ kilogram. Kondisi harga itu cukup mencemaskan bagi petani menyusul harga komoditi pertanian lainnya seperti cabai, tomat dan lainnya sudah duluan anjlok.
Adalah kecamatan Tigalinga, Gunung Sitember dan kecamatan Tanah Pinem selaku daerah produsen terbesar penghasil jagung di kabupaten Dairi. Ketiga kecamatan tersebut kini menunggu panen raya. Ribuan hektar tanaman jagung siap panen. Namun dengan kondisi harga yang merosot tajam di pasaran, membuat petani bingung. Apakah panen dilakukan atau tidak.
Beberapa petani di hubungi mengatakan, kondisi harga sekarang menghadapkan dua pilihan bagi petani. Apakah panen dilakukan atau menunda untuk menunggu harga membaik. Kalau panen ditunda, petani tidak mendapat akses apakah harga itu ke depan bisa membaik atau sebaliknya yang terjadi. Kalau panen di lakukan dengan harga sekarang Rp 1800/ kilogram, jelas rugi, ujarnya.
Disinilah sangat diperlukan peranan dinas terkait seperti Dinas Perindagkop, agar dapat memberi informasi kepada petani apakah harga jagung dapat membaik atau sebaliknya yang terjadi. Kalau harga ini dapat dipastikan membaik, petani dapat menunda masa panen terlebih di tiga kecamatan tersebut, menunggu panen raya.
Tetapi kalau harga jagung semakin menurun di pasaran, jelas petani akan melakukan panen dan menjualnya kepada saudagar. Untuk apa menahan biji jagung di rumah. Karena hal itu akan semakin menimbulkan kerugian besar terhadap petani, ujar sumber.
Kepala Desa Lautawar kecamatan Tanah Pinem, Lameh Tarigan dikonfirmasi Dairi Pers membenarkan kondisi harga biji jagung di pasaran merosot tajam. Namun Tarigan kurang mengetahui, faktor penyebab merosotnya harga itu.
Kita juga prihatin melihat petani jagung di tiga kecamatan ini. Sebab panen raya jagung sudah tiba yakni akhir Mei 2009. Padahal petani mengharapkan dari hasil panen jagung sebagai persediaan untuk menyambung biaya hidup anggota keluarga termasuk biaya sekolah anak yang akan melajutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, ujar Tarigan. (R.01)

Akhir Bulan Aktifitas Pekan Sumbul Padat

Sumbul-Dairi Pers: Pekan Sumbul yang dipadati setiap hari Selasa itu tampak terus berkembang seiring hasil-hasil pertanian dari daerah tersebut sudah membaik. Tampak para pedagang sibuk menjajakan barang dagangannya. Para pedagang dari luar daerah juga turut meramaikan pajak yang sudah berdiri puluhan tahun itu.
Pantauan Dairi Pers akhir bulan di pekan Sumbul tampak ramai dipadati oleh para penjual dan pembeli. Pedagang yang menjajakan barang dagangaNnya tampak sibuk melayani para pembeli yang mayoritas dari pelosok daerah itu. Rumah makan yang dulunya sepi akibat pembeli yang minim kini sudah ramai dikunjungi.
Sarana jalan yang sangat sempit diakibatkan para pedagang berjualan tepat di pinggir jalan tersebut menjadi sebuah kendala, karena para sopir yang harus mengantarkan barang ke daerah Tigabaru dan daerah lainnya harus berjibaku dengan para pedagang. Kadang kala pedagag harus menggeser barang dagangannya untuk menghindari kendaraan yang melintas.
Salah seorang pedagang yang dikonfirmasi Dairi Pers saat menjajakan barang dagangannya mengungkapkan, “Setiap hari pekan (Selasa) kami harus bersitegang dengan para sopir yang melintas memang semua manusia harus cari makan tapi harus dengan cara yang sportif jangan sampai mengganggu yang lain”, ungkapnya .
Lingga salah seorang sopir yang dikonfirmasi Dairi Pers juga menyebutkan, “Harus bagaimana lagi, ini jalan satu-satunya padahal para penumpang harus segera di antar ketempat tujuannya jika terlambat kita juga yang repot dan kena kata-kata yang tidak enak didengar dari penumpang”, ungkapnya sedikit kesal.
Para pedagang serta sopir berharap ada peraturan yang mengatur tata cara bagaimana memanfaatkan infrastuktur pajak yang sudah semakin menyempit itu. Agar setiap individu yang mencari nafkah di pekan tersebut dapat lebih nyaman, harap mereka. (L-02/Erwin)

Gedung SMPN 3 Pegagan Hilir Berbiaya Rp 1.2 M Hampir Rampung

P.Hilir-Dairi Pers: Gedung SMP Negeri 3 kecamatan Pegagan Hilir berlokasi di Desa Bukkit berbiaya Rp 1.2 miliar hampir rampung dikerjakan. Direncanakan, gedung baru itu akan dapat menampung murid baru awal tahun ajaran tahun ini.
Panitia pembangunan marga Simbolon, kepada Dairi Pers mengatakan, pembangunan gedung baru itu di danai APBN. Pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada warga setempat yang kemudian dibentuk panitia pembangunan. Tidak seperti proyek biasa dikerjakan oleh kontraktor.
Dana pembangunan gedung itu dikirimkan langsung dari pusat ke nomor rekening bendara panitia. Sedangkan lokasi (pertapakan sekolah) di sediakan oleh warga desa setempat seluas 1 hektare.
Dikatakan, kehadiran gedung sekolah negeri itu sudah lama dinantikan warga desa itu. Dimana anak sekolah tingkat SMP dari daerah itu, selama ini cukup resah. Sebab mereka harus jalan kaki sejauh 6 kilometer (12 kilometer pulang pergi) menuju tempatnya sekolah yakni SMP swasta Bukit Karo. Sebahagian ada yang sekolah ke SMP swasta di dusun Temba Desa Juma Mejan.
Kami selaku orangtua, selama ini sangat prihatin melihat anak jalan kaki sejauh 12 kilometer pulang pergi. Anak kami berangkat pukul 05.00 Wib dari rumah menuju tempatnya sekolah. Begitu juga saat anak tiba di rumah pulang sekolah, terlihat kelelahan, emas bahkan makan tidak bergairah lagi.
Yang paling menyedihkan, ujar Simbolon didampingi temannya marga Marbun, saat musim hujan terjadi. Sering anak basah kuyub tertimpa hujan. Sedangkan mobil angkutan belum ada. Kalaupun ada mobil angkutan, sangat jarang melintasi daerah ini. Yang sering terlihat adalah mobil angkutan barang jenis L 300, ujarnya. (R.01)

24 Sekdes di Dairi Menjadi PNS

Sidikalang-Dairi Pers: Sebanyak 24 orang Sekretaris Desa (Sekdes) dari berbagai kecamatan di Dairi, diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan itu dibuat dalam suatu acara bertempat di gedung balai budaya Sidikalang, Selasa (14/4). Pengangkatan itu merupakan gelombang pertama yang akan di susul gelombang berikutnya.
Pengangkatan 24 orang Sekdes tersebut berdasarkan SK bupati Dairi, nomor 821/936/XII/2008 tertanggal 1 Desember 2008 berasal dari kecamatan Berampu 4 orang, Sidikalang 2 orang, Siempatnempu 1 orang, Siempatnempu Hilir 2 orang, Siempatnempu Hulu 3 orang, Silahisabungan 1 orang, Silimapunggapungga 4 orang, Sumbul 2 orang dan dari kecamatan Tanah Pinem 5 orang.
Pada acara pengangkatan itu disebutkan, Sekdes yang berhak diangkat menjadi PNS adalah mereka yang pada 5 Oktober telah diangkat secara sah dan masih aktif menjadi Sekdes, yang berusia maksimal 51 tahun serta minimal 18 tahun.
Pada acara itu bupati Dairi, DR MP.Tumanggor menghimbau agar Sekdes yang baru diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil itu diharapkan dapat menunjukkan kinerja yang baik di tengah tengah masyarakat.
Dikatakan, Sekdes yang diangkat tersebut menjadi PNS sangat istimewa karena diangkat tanpa melalui tes dan tahapan calon PNS. Banyak orang tamatan S1 misalnya dari USU dan dari Perguruan Tinggi Negeri lainnya yang ikut tes, namun tidak lulus, ujarnya. Pada acara itu hadir Sekda Drs Arsenius Marbun, sejumlah kepala dinas dan undangan lainnya termasuk keluarga Sekdes memadati ruangan acara. (R.01)

Bimbingan Komputer Gratis Didirikan Mantan Calon Bupati Jalan Terus

Sidikalang-Dairi Pers: Bimbingan komputer secara gratis yang didirikan mantan calon bupati Dairi, Tom Sianturi kini berlanjut dan sangat diminati khususnya anak pelajar SMP dan SMA segerajat. Bimbingan komputer tersebut yakni di laboratorium Wicky Sianturi berlokasi di jalan K.Hajar Dewantara Sidikalang.
Pantauan Dairi Pers di lokasi laboratorium Wicky Sianturi, setiap hari tempat komputer itu terus dipadati peminat yang umumnya anak anak sekolah. Bahkan semua komputer yang ada di dalamnya terpakai oleh peminat. Warga di sekitar itu salut betul terhadap pendirinya Tom Sianturi. Warga tidak sangka bimbingan itu berlanjut karena pendirinya kalah dalam Pilkada Dairi 2008.
Asisten pengajar Komputer itu, Manton Padang kepada wartawan Jumat lalu mengatakan, sejak diresmikannya laboratorium itu September 2008 sudah tercatat 300 orang murid dari berbagai sekolah di Sidikalang maupun dari berbagai kecamatan lainnya. Menurut Padang, siswa di bagi dalam dua gelombang yakni SMP pukul 14.00 Wib dan SLTA pukul 16.00 hingga pukul 18.00 Wib.
Dikatakan, kegiatan dibuka setiap hari. Jumlah komputer yang tersedia ada 25 unit. Untuk mengikuti perkembangan jaman, fasilitas itu juga di lengkapi internet. Hanya saja, bagi siswa yang menggunakan koneksi dikenakan biaya Rp 3000 per jam tanpa orientasi profit. Pemakaian perangkat komputer semisal belajar office atau MS Excel adalah tanpa biaya.
Tom Sianturi mantan calon bupati Dairi, selaku penyumbang laboratorium tersebut pada kesempatan terpisah mengatakan, pembangunannya semata mata sebagai bhakti sosial bagi dunia pendidikan agar wawasan generasi muda dapat berkembang.
Kendatipun saya tidak jadi kepala daerah di kabupaten Dairi, partisipasi demi memajukan generasi muda akan tetap diwujudkan. Ini bukan sesaat dengan target politik, ujarnya kala itu.
Dikatakan, dana untuk pengadaan ruangan dan perlengkapan lainnya bersumber dari PT Freeport menyusul meninggalnya putra tercinta Wicky Sianturi yang semasa hidupnya bekerja di perusahaan tambang emas (PT Freeport) yang berlokasi di Jayapura itu.
Ditambahkan, dana asuransi diarahkan kepada kegiatan yang lebih bernilai. Ketika anak anak bisa lebih maju, saya tidak merasa kehilangan Wicky. Sebab jiwa anak saya masih tetap hidup dan mampu memberi mamfaat bagi masyarakat, ujarnya. (R.01)

Studi Banding/Tour Kopi Sidikalang dari Prov. Jabar Dan Jateng


Studi Banding/Tour Kopi Sidikalang dari Prov. Jabar Dan Jateng
Kopi Sidikalang yang kembali dipopulerkan Klinik Agribisnis SUKSES TANI ternyata sudah menarik dikunjungi. Pada tanggal 12-17 Juli 2009 28 orang telah mengunjungi lokasi pertanaman dan pengolahan Kopi Sidikalang. Studi banding diorganisir oleh Environmental Service Program (ESP/USAid) dengan dukungan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan PT. Indonesia Power. Peserta Studi Banding tsb 20 orang dari Jawa Barat dan 8 orang berasal dari Provinsi Jawa Tengah. Peserta studi banding tersebut didominasi para wakil kelompok tani dari kawasan DAS Citarum dan DAS lain yang menjadi kawasan tangkapan air untuk PLTA yang dikelola PT. Indonesia Power. Maksud studi banding adalah untuk mendapat pengalaman tentang keterkaitan kopi dengan konservasi lingkungan.
Seluruh peserta Studi Banding langsung menuju Sidikalang setelah tiba di Bandara Polonia. Peserta menginap di Hotel Nantampukmas yang terletak di ketinggian 1.450 m dpl di Puncak Sidiangkat Sidikalang. Lokasi penginapan yang terletak antara kawan hutan lindung dan pertanaman kopi telah menjadi tempat peserta mendalami kegiatan konservasi dan pertanaman kopi yang akrab lingkungan.
Kegiatan studi banding tsb meliputi kunjungan ke sumber benih kopi varitas unggul Sigarar Utang di Jumala Sumbul, pembibitan kopi di Panjaratan, pertanaman kopi di Bangun I, dan Kelompok Tani Alternatif di Barisan Nauli dan Perjuangan. Semua lokasi tsb berada di Kabupaten Dairi. Di sela-sela acara tsb peserta juga menunaikan sholat di Mesjid yang berada di Taman Wisata Iman Sitinjo Sidikalang.
Studi banding dipandu oleh Ir. John M. Sianturi, Dipl.Agr sebagai pendiri Klinik Agribisnis SUKSES TANI serta Emanuel Sinuraya dan Yosafat Sianturi dari manajemen Sukses Tani. Sambutan dari Pemkab Dairi oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Dairi dan Bidang Informasi dan Komunikasi.
Peserta studi banding yang ingin mendalami kaitan kopi sebagai tanaman yang mendukung konservasi lahan dan peningkatan ekonomi petani yang cukup menjanjikan telah terpuaskan dengan banyak informasi dan kunjungan langsung ke lapangan. Diskusi dengan para petani kopi sidikalang di Kabupaten Dairi juga sangat menarik karena peserta memperoleh gambaran penghasilan para petani kopi.
Tujuan studi banding peserta tsb yang telah dicapai adalah berbagi pengalaman, memperluas jaringan, peningkatan pengetahuan tentang kopi, dan terjadinya interaksi antara peserta studi banding dengan para petani kopi sidikalang. Hal yang paling menarik selama studi banding adalah terjadinya kegiatan diskusi berbagi pengalaman. Diskusi menjadi hangat antara petani pengembang komoditi kopi di Sidikalang dengan petani peserta studi dalam pengelolaan lahan dan pola tanam yang mendukung konservasi lahan dan produktivitas usaha tani yang berkelanjutan.
Dengan studi banding ini para peserta studi banding dan para pihak yang terlibat di Dairi telah memiliki kesepakatan untuk memanfaatkan kopi sebagai komoditi yang mendukung lingkungan yang lestari. Tanaman pelindung yang dipelajari peserta dari video Kopi Gayo yang diputar juga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Walaupun petani kopi di Dairi masih kurang memanfaatkan peranan tanaman pelindung dalam budidaya kopi yang akrab lingkungan.

30 Mei 2009

Serangan Kutu Putih pada Tanaman



Selama beberapa hari terakhir ini kami menerima keluhan serangan kutu putih pada tanaman. Serangan hama tsb dikeluhkan oleh masyarakat JABODETABEK, Lampung, juga di Sumatera Utara.
Berikut kami sampaikan latar belakang hingga upaya pengendalian hama kutu putih tsb.
MENGATASI EKSPLOSI SERANGAN KUTU PUTIH DI INDONESIA
Oleh John M. Sianturi
Pendahuluan
Outbreak atau eksplosi serangan kutu putih diyakini berasal dari impor tanaman hias. Serangan hama ini telah menyebar ke seluruh Indonesia. Kutu putih ini tergolong Famili Coccidae, Ordo Homoptera dan masih berkerabat dekat dengan Kutu putih pada kopi.
Masuknya hama ini ke Indonesia adalah akibat tidak hati-hatinya pemasukan sumber bibit tanaman hias dari luar negara. Hama ini diduga berasal dari Amerika Tengah. Kesesuaian iklim tropis di Indonesia menyebabkan hama ini segera menyebar luas karena keterbatasan musuh alami dibanding di tempat asalnya. Hama ini terutama berkembang pada musim kemarau atau musim peralihan dimana beberapa hari tidak hujan. Akan tetapi dapat juga berkembang jika hujan tidak teratur.
Morfologi dan Daur Hidup
Info teknis tentang kutu putih sebagaimana terlampir.
Musuh Alami
Musuh alami hama ini sebenarnya banyak, yaitu predator dan patogen. Predator umum dari Famili Coccinellidae, Coleoptera. Kesulitan di perkotaan adalah terbatasnya mangsa serangga lain atau populasi tidak tersedia karena terbatas¬nya keragaman jenis tumbuhan.
Musuh alami yang memiliki prospek baik dan sesuai dengan perkotaan/daerah urban adalah Beauveria bassiana yang sering disingkat Bb. Bb adalah musuh alami serangga secara umum, bahkan termasuk nyamuk. Bb ideal karena penggunaannya mudah dan tidak seberbahaya pestisida kimiawi. Efeknya pada manusia termasuk sangat minimal jika diaplikasikan sesuai petunjuk penggunaan.
Bb adalah sejenis jamur yang dapat tumbuh pada kulit serangga dan menghasilkan toksin yang membunuh serangga inangnya. Bb hanya dapat tumbuh pada kulit jenis serangga saja. Itulah sebabnya Bb tidak berbahaya pada manusia, karena kulit manusia berbeda dengan serangga.
Petunjuk Penggunaan Bb
1. Musuh alami Bb sebaiknya diaplikasikan pada sore hari, idealnya mulai pukul 16.00 waktu setempat.
2. Dua sendok Bb dilarutkan dalam 2 liter air ditambah satu sendok Teevol (bentuk larutan dan biasa dijual di toko kimia) dan 20 gram gula batu. Larutan tsb selanjutnya ditambah air 10-15 lt.
3. Larutan telah siap digunakan. Jika berlebih masih dapat disimpan di tempat terlindung dan adem hingga satu minggu kemudian.
4. Pengulangan dilakukan 2-3 kali dengan interval 7 hari.
Peringatan:
1. WALAUPUN Beauveria bassiana LEBIH AMAN DIBANDING PESTISIDA KIMIA AKAN TETAPI AGAR DIJAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.
2. SIMPANLAH DI TEMPAT TERLINDUNG DAN TIDAK TERKENA PANAS/CAHAYA MATAHARI SECARA LANGSUNG

Mengatasi Serangan Penggerek Buah Kopi


Penggerek Buah Kopi beberapa kali telah kami muat sebagai penyebab masalah rendahnya mutu Kopi Sidikalang. Masalah ini juga terasakan oleh para petani Kopi Lintong dan Kopi Gayo.
Serangan hama ini menyebabkan kehilangan hasil hingga 50%, bahkan lebih.
Cara pengendaliannya dapat dibaca pada brosur terlampir.