Sidikalang-Dairi Pers: tampil sederhana dengan kopiah dikepala. Bersahaja dengan stelan jas hitam. Sangat tampak wibawa kepala kantor wilayah dinas perindustrain Sulawesi Tengara ini. Dia adalah H. Ir. Maju Ilyas Padang, MBA yang berjumpa dengan Dairi Pers di kediaman sekjend PBR Jhon Tony Dabutar,SH selasa (16/10)
Nama yang sempat masuk lima besar dalam bursa pilkada bupati Dairi tahun 1999 ini muncul kembali pada pilsung Bupati Dairi tahun 2008. Saya akan maju dan ikut dalam pilsung mendatang , ujar ayah kelahiran April 1951 ini.
Putera kelahiran Tambahan, Dairi ini melanglang buana hingga sulawesi menjadi kakanwil. Diamping sukses sebagai birokrat vigur ini juga sebagian salah seorang orang tua yang pantas berbangga karena semua anaknya berhasil. Anak tertua Asdani br. Padang S2 pada ilmu Farmasi, Anto Padang SP bekerja pada dinas pertanian Dairi. Anak ketiga dr Boby R Padang , Yana Rizka Padang masih kuliah pada teknik Elektro ITB dan paling bungsu Astika duduk di bangku SMAN 1 Medan. Lima buah hati ini merupakan hasil perkawinannya dengan istri tercinta br. Silaban.
Bagimana seorang H. Ir Maju Ilyas Padang, MBA menggapai kursi bergengsi menjadi pemimpin di Dairi berikut perbincangan Dairi Pers. Dikatakan telah mendapat penghargaan pengabdian 30 tahun pada birokrat dari presiden RI. Ketika banyak pejabat berhadapan dengan kursi pengadilan karena KKN namun anak Dairi ini ternyata bersih. Clean Government menjadi modalnya. Pemimpin yang bersih menjadi dambaan semua rakyat Indonesia saat ini.
Sebagai seorang yang aral melitang di dunia perindustrian dan perdangangan jaringan dan kerabat pada jalur birokrat seperti Departemen keuangan, Perindustrian perdagangan serta departemen lainnya cukup banyak dikenal. Salah satu yang menjadi unggulan adalah punya akses dan jalur perdagangan di luar negeri.
Karena itu menurutnya pemimpin Dairi yang paling diharapkan di Dairi adalah vigur yang dapat mengangkat ekonomi kerakyatan. Bagaimana sebenarnya komitmen seorang bupati memeperhatikana sektor ekonomi masyarakat. Khusus Dairi sebagai sentra pertanian tentu pemerintah harus mengutamakan sektor tersebut bahkan harus mempunyai jaringan perdaganan komodiri rakyat hingga luar negeri. Yang terpenting bagi rakyat adalah informasi pasar dimana rakyat dapat memprediksi pertanaman komoditi dan memperhatikan iklim. Ini sangat membantu petani dalam upaya bangkit dari kemisinan.
Disisi lain upaya pemerintah melihat penghasilan utama masyarakat harus menjadi perhatian dalam pembangunan sarana dan prasarana seperti irigasi dan mekanisasi pertanian. Anggaran untuk sektor ini harus diutamakan.
Dari segi suku, agama dan Ras H Maju Padang menyebutkan merupakan suatu anugerah yang pantas disyukuri di Dairi rasa toleransi sangat tinggi. Untuk itu menurutnya pemimpin yang tepat untuk Dairi untuk saat ini harus mewakili Pakpak, Toba dan Karo. “bukan membedakan tetapi pelangi dan warna perlu sehingga apa yang menjadi aspirasi mayoritas bisa diakomodir” ujarnya.
Menyinggung kiprahnya di Dairi H. Maju Ilyias Padang menyebutkan sebenarnya setiap saat mengetahui perkembangan Dairi. Keterlibatannya dalam pembentukan Kab. Pakpak Bharat dengan langsung menjumpakan bupati Dairi DR MP Tumanggor kepada Ketua DPR Ir. Akhbar Tanjung. Karir birokratnya yakni kepala perindustrian Karo, kepala Perinsdustriuan/departemen Tapteng, Kepala Pewrindustrian/kandep Kab. Dairi dan kakanwil Perindustrian sulteng di Kendari. Dan kini bekerja di departemen perindustrian .
Dalam karir oraganisasinya H. Maju Illyas Padang terkenal sebagai pentolan HMI. Tak ayal dengan organisasi itu vigur ini membunyai jaringan luas hingga menteri. Namun lebih mendasar pada era 80 vigur ini terlesal sebagai perekat dan manusia penuh ide dengan pembentukan P3MPI salah satu oragnisasi pemuda /mahasiswa muslim. Organisasi inilah yang kerap mengadakan kegiatan keagamanan pada tingkat Sumut.
Saya mengetahui memang tidaklah mudah mendapatkan kursi seorang pemimpin di Dairi. Saya tidak terlalu berkhayal melambung bisa duduk di kursi nomor 2 pun agaknya sudah bisa berkiprah memban-gun Dairi. Andaipun kapal partai tidak saya dapatkan makan saya akan muncul dari calon independen, Sekjend PBR Dairi Jhon Tony Dabutar, SH menyebutkan kehadiran vigur seperti H. Maju Illyas Padang ,MBA sebagai pelangi yang mempunyai potensi dan kemampuan dalam membawa Dairi ke depan. Pengalaman birokrat ditambah sisi sosialnya sebagai orang Pakpak adalah suatu keberuntungan. Tidak terlalu ambisi menjadi orang nomor satu pantas dicungkan jempol kendati sebenarnya secara karir birokrat memung-kinkan. Ini pantas direnungkan, kata Tony (R.07)
28 Oktober 2007
Jembatan Binanga Sihatunggal Pollung Longsor
D.Sanggul-Dairi Pers: Jembatan Binanga Sihatunggal III Desa Parsingguran II kecamatan Pollung Kab. Humbahas,longsor kejurang mengakibatkan sulit untuk dilalui kenderaan bermotor bahkan sangat mengancam keselamatan pemakai jembatan, terutama warga di sekitarnya. Sebab jembatan tersebut menghubungkan pemukiman penduduk dengan sentra produksi pertanian.
Warga di sana kepada Dairi Pers belum lama ini mengatakan, kerusakan jembatan akibat longsor tersebut sudah lama berlangsung.Namun hingga kini belum ada tanda tanda akan perbaikan, kendati jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Pantauan Dairi Pers dilapangan, longsor jembatan tersebut karena struktur tanah yang berobah dan bersifat elastis atau tidak padat. Sehingga bila musim hujan mudah terjadi erosi. Sementara jembatan itu sering di lalui mobil truk bermuatan sarat dengan kayu milik TPL, tanpa memperhitungkan daya tahan jembatan.
Warga disana sangat meng-harapkan perhatian instansi terkait untuk memperbaiki jembatan di maksud sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal.Sebab bila hal itu terjadi (kerusakan lebih fatal), akan melumpuhkan arus perekonomian masyarakat.Sebab jembatan merupakan jalan yang menghubungkan pemukiman penduduk dengan sentra produksi pertanian.(CS/LS)
Warga di sana kepada Dairi Pers belum lama ini mengatakan, kerusakan jembatan akibat longsor tersebut sudah lama berlangsung.Namun hingga kini belum ada tanda tanda akan perbaikan, kendati jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di sekitarnya.
Pantauan Dairi Pers dilapangan, longsor jembatan tersebut karena struktur tanah yang berobah dan bersifat elastis atau tidak padat. Sehingga bila musim hujan mudah terjadi erosi. Sementara jembatan itu sering di lalui mobil truk bermuatan sarat dengan kayu milik TPL, tanpa memperhitungkan daya tahan jembatan.
Warga disana sangat meng-harapkan perhatian instansi terkait untuk memperbaiki jembatan di maksud sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal.Sebab bila hal itu terjadi (kerusakan lebih fatal), akan melumpuhkan arus perekonomian masyarakat.Sebab jembatan merupakan jalan yang menghubungkan pemukiman penduduk dengan sentra produksi pertanian.(CS/LS)
HKBP Distrik VI Dairi-GKPPD &UEM Adakan Pelatihan Peternakan & Pertanian Organik
Sidikalang-Dairi Pers: Melihat perkembangan kehidupan belakang ini semakin menuntut manusia untuk semakin lebih berkompetisi. Dimana masalah-masalah kehidupan semakin lama semakin susah. Sebagai contoh masalah pertanian yang terjadi di sekitar kita dimana hama penyakit tanaman yang sepertinya tidak kunjung dapat diselesaikan oleh tenaga-tenaga ahli pertanian. Untuk itu perlu adanya suatu pendidikan tambahan bagi kita terutama masyarakat Kabupaten Dairi untuk segera dapat memikirkan upaya dari masalah-masalah pertanian dan peternakan kita
Bertempat di gedung training centrum jalan air bersih Sidikalang, Bishop gereja Kristen Protesta Pakpak Dairi (GKPPD) Pdt.EJ.Solin,S.Th, selasa(2/10), membuka pelatihan peternakan dan pertanian organic GKPPD-HKBP distrik VI Dairi dan United Evangelist Mission(UEM)
Bishop dalam sambutannya dilakukannya pelatihan yang selama 3 hari itu diharapkan peserta akan memahami dan melaksanakan secara nyata ditengah kehidupan masyarakat. diharapkan nantinya dengan adanya kegiatan ini dapat menjembatani para jemaat gereja-gereja untuk sekaligus dapat mempraktekkan apa yang dipelajari selama mengikuti kegiatan pelatihan pertanian dan peternakan ini sehingga memberikan hasil positif .
Ditambahkannya, gereja bukan hanya melayani bidang kerohanian, tetapi turut serta menggalang kemajuan peningkatan taraf hidup masyarakat terutama jemaatnya sendiri. Dimana tantangan gereja ke depan akan semakin sulit untuk itu jemaat gereja khususnya dituntut mampu menghadapi pasar bebas (Free trade)
Sementara tujuan dilaksanakan pelatihan tersebut menurut bishop, adalah menjembatani antara jemaat GKPPD-HKBP Distrik VI Dairi dengan kader-kader jemaat yang berada di Jerman. Mempersiapkan kader-kader pelopor khusus dalam bidang pertanian di dua kabupaten dan menyeimbangkan penggunaan pertanian kimia dengan pertanian organik.
Ketua panitia pelatihan,Pdt Simeon Kudadiri S.Th, dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta yang tadinya diharapkan hanya sebanyak 30 orang, ternyata menjadi lebih. Ini membuktikan bahwa kegiatan ini seperti ini masih dianggap perlu oleh jemaat GKPPD dengan HKBP Distrik VI dalam menghadapi tantangan ke depan ini.(TH)
Pelaksanaan pelatihan ini didukung UEM yang dulunya dikenal dengan nama RMG yang berpusat di Jerman. Kegiatan UEM terdapat di tiga benua yaitu Eropah,Asia dan Afrika. Sementara dana kegiatan berasal dari UEM tanpa melibatkan bantuan pemkab Dairi dan Pakpak Bharat. Materi yang diberikan terdiri dari analisa sosial, organisasi ,pemahaman, yang berkaitan dengan peternakan serta pertanian organik. Diharapkan pemerintah Dairi dan pemkab Pakpak bharat dapat sesegera mungkin merespon kegiatan seperti ini sehingga ada kerja sama antara pihak gereja dan pihak pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya masyarakat (SDM) masyarakat meningkatan kesejateraan penduduk.(TH)
Bertempat di gedung training centrum jalan air bersih Sidikalang, Bishop gereja Kristen Protesta Pakpak Dairi (GKPPD) Pdt.EJ.Solin,S.Th, selasa(2/10), membuka pelatihan peternakan dan pertanian organic GKPPD-HKBP distrik VI Dairi dan United Evangelist Mission(UEM)
Bishop dalam sambutannya dilakukannya pelatihan yang selama 3 hari itu diharapkan peserta akan memahami dan melaksanakan secara nyata ditengah kehidupan masyarakat. diharapkan nantinya dengan adanya kegiatan ini dapat menjembatani para jemaat gereja-gereja untuk sekaligus dapat mempraktekkan apa yang dipelajari selama mengikuti kegiatan pelatihan pertanian dan peternakan ini sehingga memberikan hasil positif .
Ditambahkannya, gereja bukan hanya melayani bidang kerohanian, tetapi turut serta menggalang kemajuan peningkatan taraf hidup masyarakat terutama jemaatnya sendiri. Dimana tantangan gereja ke depan akan semakin sulit untuk itu jemaat gereja khususnya dituntut mampu menghadapi pasar bebas (Free trade)
Sementara tujuan dilaksanakan pelatihan tersebut menurut bishop, adalah menjembatani antara jemaat GKPPD-HKBP Distrik VI Dairi dengan kader-kader jemaat yang berada di Jerman. Mempersiapkan kader-kader pelopor khusus dalam bidang pertanian di dua kabupaten dan menyeimbangkan penggunaan pertanian kimia dengan pertanian organik.
Ketua panitia pelatihan,Pdt Simeon Kudadiri S.Th, dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta yang tadinya diharapkan hanya sebanyak 30 orang, ternyata menjadi lebih. Ini membuktikan bahwa kegiatan ini seperti ini masih dianggap perlu oleh jemaat GKPPD dengan HKBP Distrik VI dalam menghadapi tantangan ke depan ini.(TH)
Pelaksanaan pelatihan ini didukung UEM yang dulunya dikenal dengan nama RMG yang berpusat di Jerman. Kegiatan UEM terdapat di tiga benua yaitu Eropah,Asia dan Afrika. Sementara dana kegiatan berasal dari UEM tanpa melibatkan bantuan pemkab Dairi dan Pakpak Bharat. Materi yang diberikan terdiri dari analisa sosial, organisasi ,pemahaman, yang berkaitan dengan peternakan serta pertanian organik. Diharapkan pemerintah Dairi dan pemkab Pakpak bharat dapat sesegera mungkin merespon kegiatan seperti ini sehingga ada kerja sama antara pihak gereja dan pihak pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya masyarakat (SDM) masyarakat meningkatan kesejateraan penduduk.(TH)
Gorong-Gorong Tumpat Badan Jalan Propinsi Terendam Air
Tanah Pinem-Dairi Pers: Hampir empat bulan,satu titik di ruas badan jalan menghu-bungkan kecamatan Tigalingga-Aceh Tenggara tepatnya di Desa Lautawar kecamatan Tanah Pinem Dairi,terendam air hingga sepanjang 10 meter dan setinggi 30 cm.Hal itu terjadi akibat sebuah gorong gorong tumpat.Sehingga air hujan tidak dapat mengalir hingga menggenangi badan jalan beraspal hotmix itu.
Pantauan Dairi Pers dilapangan, apa bila gorong gorong yang tumpat tidak segera mendapat perbaikan, tidak tertutup kemungkinan badan jalan amblas.Sebab di sebelah kanan arah Kutacane,terdapat lembah berisi air hujan setinggi 3 meter. Begitu juga sebelah kiri juga terdapat jurang yang siap menampung badan jalan apa bila amblas.
Gorong-gorong di bawah badan jalan yang terendam, di bangun beberapa tahun lalu. Pekerjaannya di duga tidak sesuai dengan medannya badan jalan.Gorong-gorong di duga terlalu kecil dan terlalu dangkal.Sehingga tidak dapat menampung air hujan yang kini bagaikan kolam pancing. Secara kebetulan belum lama ini, pernah Dairi Pers melihat seorang oknum mengaku dari Dinas PU Provinsi, sedang meneliti dan membuat foto lokasi jalan yang terendam tersebut.Saat ditanya siapa yang bertanggung jawab akan hal tersebut.Oknum tersebut menjawab,akan segera menerjunkan alat berat kelokasi itu untuk memperbaiki jalan tersebut.
Kendati keadaan jalan sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pemakai jalan, hingga kini belum ada terlihat tanda tanda akan perbaikan.Sementara kepala Desa Lautawar,Lameh Tarigan kepada Dairi Pers mengatakan,siap menurunkan warganya ikut bergotong royong apabila Dinas PU membutuhkan tenaga warga.Atas nama warga Desa itu,Lameh Tarigan sangat mengharapkan perhatian serius dari instansi terkait untuk segera memperbaiki jalan itu,sebelum kerusakan lebih fatal.Sebab jalan ter-sebut satu-satunya menghubungkan Sidikalang-Tanah Pinem hingga Aceh Tenggara.(lt)
Pantauan Dairi Pers dilapangan, apa bila gorong gorong yang tumpat tidak segera mendapat perbaikan, tidak tertutup kemungkinan badan jalan amblas.Sebab di sebelah kanan arah Kutacane,terdapat lembah berisi air hujan setinggi 3 meter. Begitu juga sebelah kiri juga terdapat jurang yang siap menampung badan jalan apa bila amblas.
Gorong-gorong di bawah badan jalan yang terendam, di bangun beberapa tahun lalu. Pekerjaannya di duga tidak sesuai dengan medannya badan jalan.Gorong-gorong di duga terlalu kecil dan terlalu dangkal.Sehingga tidak dapat menampung air hujan yang kini bagaikan kolam pancing. Secara kebetulan belum lama ini, pernah Dairi Pers melihat seorang oknum mengaku dari Dinas PU Provinsi, sedang meneliti dan membuat foto lokasi jalan yang terendam tersebut.Saat ditanya siapa yang bertanggung jawab akan hal tersebut.Oknum tersebut menjawab,akan segera menerjunkan alat berat kelokasi itu untuk memperbaiki jalan tersebut.
Kendati keadaan jalan sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan pemakai jalan, hingga kini belum ada terlihat tanda tanda akan perbaikan.Sementara kepala Desa Lautawar,Lameh Tarigan kepada Dairi Pers mengatakan,siap menurunkan warganya ikut bergotong royong apabila Dinas PU membutuhkan tenaga warga.Atas nama warga Desa itu,Lameh Tarigan sangat mengharapkan perhatian serius dari instansi terkait untuk segera memperbaiki jalan itu,sebelum kerusakan lebih fatal.Sebab jalan ter-sebut satu-satunya menghubungkan Sidikalang-Tanah Pinem hingga Aceh Tenggara.(lt)
Demo Pedagang Pasar Induk Sidikalang
Sidikalang-Dairi Pers : Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan pedagang pusat Pasar Sidikalang berdemo ke kantor DPRD Dairi menuntut transparansi dan kapastian kepemilikan kios di Pasar tersebut akhir September. Tuntutan lainnya mereka menginginkan pembangunan pasar modern Sidikalang ditunda sementara mengingat transaksi yang paling tinggi terjadi pada akhir tahun.
Sejumlah pedagang ini selanjutnya diterima DPRD Dairi di ruangan ketua DPRD Dairi. pedagang meminta pengertian pemkab Dairi agar menunda sementara dan pembangunan pasar modern dilakukan setelah akhir tahun saja.
Menjawab usulan tersebut anggota DPRD Dairi memberikan pengertian soal waktu dan kepemilikan kios pada pasar modern kelak. Demo itu berlangsung tertib dan bubar kembali.
Sosialisasi
Sementara itu sosialisasi perihal pasar modern tengah dilakukan dinas Pasar Sidikalang bersama instansi terkait. Namun karena ruangan kantor dinas pasar yang terbatas maka sosialisasi kepada pedagang terpaksa dilakukan secara bergelombang. Untuk gelombang pertama disampaikan sosialisasi kepada 50 pedagang.
Pantauan Dairi Pers selama berlangsungnya sosialisasi banyak pedagang kurang faham akan kepemilikan hak usaha. Mereka menduga kios yang dibeli sudah menjadi hak milik. Padahal menurut kontrak sesuai yang dimiliki pedagang hanya hak guna usaha dan bukan hak milik . Disisi lain masih ditemukan kepemilikan hak guna usaha oleh para pedagang yang bertransaksi dibawah tangan. Padahal sesuai peraturan pengalihan hak guna harus dilakukan di kantor Dinas pasar atau harus sepengetahuan dinas pasar Dairi..
Dalam sosialisasi ini juga pedagang bebas menyampai-kan pertanyaan akan hal yang kurang difahami. Dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan jelas terlihat kurangnya pemahaman atas kepemilikan hak guna usaha pasar.
Munculnya gelombang demo ini dimungkinkan kurang-nya pemahaman dan merasa disepelekan tidak ikut dalam sosialisasi. Dikhawatirkan jika kekurang fahaman ini dimanfaatkan orang-orang yang kurang bertanggung jawab sehingga membuat tersulutnya demo para pedagang. Wajar memang mengingat lokasi hidup mereka adalah dari pasar hingga mudah dimobilisasi. (R.07)
Sejumlah pedagang ini selanjutnya diterima DPRD Dairi di ruangan ketua DPRD Dairi. pedagang meminta pengertian pemkab Dairi agar menunda sementara dan pembangunan pasar modern dilakukan setelah akhir tahun saja.
Menjawab usulan tersebut anggota DPRD Dairi memberikan pengertian soal waktu dan kepemilikan kios pada pasar modern kelak. Demo itu berlangsung tertib dan bubar kembali.
Sosialisasi
Sementara itu sosialisasi perihal pasar modern tengah dilakukan dinas Pasar Sidikalang bersama instansi terkait. Namun karena ruangan kantor dinas pasar yang terbatas maka sosialisasi kepada pedagang terpaksa dilakukan secara bergelombang. Untuk gelombang pertama disampaikan sosialisasi kepada 50 pedagang.
Pantauan Dairi Pers selama berlangsungnya sosialisasi banyak pedagang kurang faham akan kepemilikan hak usaha. Mereka menduga kios yang dibeli sudah menjadi hak milik. Padahal menurut kontrak sesuai yang dimiliki pedagang hanya hak guna usaha dan bukan hak milik . Disisi lain masih ditemukan kepemilikan hak guna usaha oleh para pedagang yang bertransaksi dibawah tangan. Padahal sesuai peraturan pengalihan hak guna harus dilakukan di kantor Dinas pasar atau harus sepengetahuan dinas pasar Dairi..
Dalam sosialisasi ini juga pedagang bebas menyampai-kan pertanyaan akan hal yang kurang difahami. Dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan jelas terlihat kurangnya pemahaman atas kepemilikan hak guna usaha pasar.
Munculnya gelombang demo ini dimungkinkan kurang-nya pemahaman dan merasa disepelekan tidak ikut dalam sosialisasi. Dikhawatirkan jika kekurang fahaman ini dimanfaatkan orang-orang yang kurang bertanggung jawab sehingga membuat tersulutnya demo para pedagang. Wajar memang mengingat lokasi hidup mereka adalah dari pasar hingga mudah dimobilisasi. (R.07)
Campursari Gema Takbir Dairi
Sidikalang-Dairi Pers : gema takbir, tahmid dan tahlil terdengar disemua mesjid di Dairi pada perayaan hari kemenangan idul fitri 1428 H. 1 Syawal 1428 H yang tahun ini masih berbeda pandang menurut Muhamadiah dan NU ini di Dairi dirayakan pasa Sabtu (13/10) . Kendati perbedaan itu ada namun perayaan idul fitri berlangsung semarak dengan berbagai tradisi menyambut hari kemenangan.
Menyambut idul fitri di Dairi umumnya satu hari sebelum perayaan diramaikan dengan menyembelih kerbau atau lembu yang dilakukan kelompok pengajian, mesjid maupun kelompok marga. Ini merupakan tradisi yang mengandung makna kebersamaan dan kebahagian menyambut idul fitri
Tradisi membakar lemang juga masih terus berlangsung dimana hidangan lemang ditambah dengan rendang menjadi menu khusus yang disajikan merayakan lebaran. Jika banyak rumah dibelakangnya terlihat asap mengebul. Itu berarti mereka membakar lemang. Makanan khas ini adalah beras pulut yang dimasak di dalam bambu dicampur dengan santan. Bambu inilah yang se-lanjutnya dipanggang pada kayu bakar. Mengakhiri bulan puasa pada berbuka terakhir santapan ini menjadi hidangan utama. Kala lemang panas dicampur dengan kuah rendang maka rasanya mengakhiri puasa sebulan penuh itu terasa nikmat.
Tradisi Mudik
Merayakan hari kemenangan di Dairi umumya diramaikan dengan kembalinya para perantau ke kampung halaman. Tradisi mudik oleh perantau ini mulai berlangsung 3 hari sebelum hari H perayaan. Kendati tidak sebanyak perayaan tahun baru karena kaum muslim di Dairi masih minorotas namun mobilitas pengangkutan untuk mereka yang kembali ke Dairi terlihat meningkat.
Hotma Sidebang supir MPU Datra menyebutkan terjadi lonjakan penumpang pada 2 hari sebelum hari raya. Terminal Datra di medan me-ngalami lonjakan penumpang dengan tujuan Dairi. Demikian juga penumpang terpaksa harus antri di stasiun BTN, Sampri dan Himpak. Namun semua penumpang bisa diangkut.
Tradisi musik ini biasanya untuk sungkem kepada orang tua serta kaun famili yang masih tinggal di Dairi. Nikmat berlebaran di kampung halaman bersama orang-orang yang dicintai jauh lebih skral. Inilah yang menjadi tujuan utama pemudik.
Tabuh Bedug
Dikota Sidikalang menyambut Idul fitri dimeriahkan de-ngan pawai takbiran pada malam 1 syawal yang dimotori MPC Pemuda Pancasila. Sebanyak 15 peserta yng berasal dari remaja mesjid serta perusahaan mengikuti perlombaan tabuh bedug yang merupakan kalender tetap PP Dairi.
Kendati saat malam takbiran kota Sidikalang diguyur hujan namun acara pawai tabuh bedug berlangsung semarak. Kontingen pawai diberangkatkan dari depan kantor Bupati Dairi dan dilepas langsung Bupati DR Master P Tumanggor. Hadir dalam kesempatan itu kapolres Dairi AK-BP Drs. Daud Subarkah, Kajari Sidikalang Saut Simajuntak, SH, Dandim 0206 Dairi diwakili Kasdim serta muspida lainnya.
Pawai tahun ini sama dengan tahun sebelumnya PP Dairi memberi hadiah kepada para pemenang lomba tabuh bedug. Ketua MPC PP Dairi Selamat Ujung menyebutkan terjadi peningkatan jumlah peserta tabuh bedug yang umumnya dari remaja mesjid pada malam takbiran idul fitri 1428 H. Pawai bedug ini dimulai dengan berbuka puasa bersama bertempat di halaman kantor MPC PP Dairi di Ba-tang Beruh. Selanjutnya rom-bongan pawai bedug ini sholat magrib dan bergerak berku-mpul di depan kantor bupati Dairi.
Selamat menyebutkan tuju-an pawai tabuh bedug tersebut untuk memeriahkan perayaan idul fitri sekaliigus melestarikan budaya yang bernilai sakral. Untuk tahun ini diwajibkan semua peserta harus menggunakan bedug asli. Tujuannya adalah untuk melestarikan bedug sebagai warisan bangsa. Bedug ini umumnya digunakan sebagai tanda masuknya waktu sholat di mesjid. “ banyak bedug di mesjid yang digunakan sebagai pertanda waktu sholat. Jika ini kita wajibkan kepada peserta maka bedug akan lestari “ ujar Ujung.
Gema takbir ,tahmid dan tahlil menggema di sejumlah mesjid di Dairi. Untuk kecamatan di Dairi takbiran bukan dilakukan seperti di kota di Sidikalang. Umumnya mesjid utama di ibukota kecamatan melakukan takbiran yang berada di dalam mesjid. Ada juga yang melakukan pawai takbiran dengan berjalan kaki menggunakan obor
Sholat Id
Sholat idul Fitri (sholat Id) biasanya dilakukan pada pukul 08.00 Wib pada 1 syawal 1428 H. Shalat yang hukumnya su-nat muakkat itu biasanya dihadiri banyak umat muslim mulai dari dewasa hingga anak-anak.
Di mesjid Telaga Zam-zam Sholat Id dipandu Imam Mejid Telaga Zam-zam Karimin Silalahi, S Ag. Shalat sebanyak 2 rakaat itu berlangsung sakral. Sebagai mana biasanya polres Dairi ditempatkan untuk menjaga lalulintas serta pengamaan selama shalat id berlangsung.
Dalam khutbah idnya Karimin Silalahi menyampaikan makna hari kemenagan harus dilakukan dengan hati tawaduk jauh dari sifat berlebihan serta ugal-ugalan. Mereka yang dapat berubah lebih baik setelah lebaran adalah orang-orang yang mendapat makna puasa. Layaknya ustad H. Haryono yang terkenal itu , Karimin Silalahi dalam doanya menyampaikan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan kepada orang tua serta kerabat. Lantunan doa yang berlangsung sakral itu hingga membuat banyak jemaah yang meneteskan air mata terharu dan sadar akan dosa-dosa “ Ya Allah ampuni dosa-dosa kami, dosa kepada ibu Bapa kami . Tangan ini sering menzalimi, telinga ini masih sering mende-ngar yang tak sepantasnya, Kaki ini masih sering berjalan ke tempat-tempat maksiat dan bibir ini masih sering berdusta “ pintanya dalam doa.
Usai sholat Id ini biasanya dilakukan dengan bersalam-salaman dan saling memaafkan antara sesama jemaah. Tidak akan diterima amal seseoarang selama ramadhan sebelum dia saling memaafkan antar sesamanya, kata K Silalahi mengutip salah satu hadist nabi Muhammad S AW.
Berkunjung
Tradisi berkunjung antara sesama tetangga masih tetap dilakukan. Kendati intensitasnya sudah mulai berkurang. Namun kunjungan ke beberapa rumah yang melakukan lebaran masih berlangsung. Bukan hanya sesama umat islam Namun dalam hubungan dengan manusia juga tampak kunjungan silaturami yang dilakukan umat diluar muslim. Usai salaman biasanya disuguhkan makanan dan kue diatambah minuman sirop. Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin. Semoga tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. (R.07)
Menyambut idul fitri di Dairi umumnya satu hari sebelum perayaan diramaikan dengan menyembelih kerbau atau lembu yang dilakukan kelompok pengajian, mesjid maupun kelompok marga. Ini merupakan tradisi yang mengandung makna kebersamaan dan kebahagian menyambut idul fitri
Tradisi membakar lemang juga masih terus berlangsung dimana hidangan lemang ditambah dengan rendang menjadi menu khusus yang disajikan merayakan lebaran. Jika banyak rumah dibelakangnya terlihat asap mengebul. Itu berarti mereka membakar lemang. Makanan khas ini adalah beras pulut yang dimasak di dalam bambu dicampur dengan santan. Bambu inilah yang se-lanjutnya dipanggang pada kayu bakar. Mengakhiri bulan puasa pada berbuka terakhir santapan ini menjadi hidangan utama. Kala lemang panas dicampur dengan kuah rendang maka rasanya mengakhiri puasa sebulan penuh itu terasa nikmat.
Tradisi Mudik
Merayakan hari kemenangan di Dairi umumya diramaikan dengan kembalinya para perantau ke kampung halaman. Tradisi mudik oleh perantau ini mulai berlangsung 3 hari sebelum hari H perayaan. Kendati tidak sebanyak perayaan tahun baru karena kaum muslim di Dairi masih minorotas namun mobilitas pengangkutan untuk mereka yang kembali ke Dairi terlihat meningkat.
Hotma Sidebang supir MPU Datra menyebutkan terjadi lonjakan penumpang pada 2 hari sebelum hari raya. Terminal Datra di medan me-ngalami lonjakan penumpang dengan tujuan Dairi. Demikian juga penumpang terpaksa harus antri di stasiun BTN, Sampri dan Himpak. Namun semua penumpang bisa diangkut.
Tradisi musik ini biasanya untuk sungkem kepada orang tua serta kaun famili yang masih tinggal di Dairi. Nikmat berlebaran di kampung halaman bersama orang-orang yang dicintai jauh lebih skral. Inilah yang menjadi tujuan utama pemudik.
Tabuh Bedug
Dikota Sidikalang menyambut Idul fitri dimeriahkan de-ngan pawai takbiran pada malam 1 syawal yang dimotori MPC Pemuda Pancasila. Sebanyak 15 peserta yng berasal dari remaja mesjid serta perusahaan mengikuti perlombaan tabuh bedug yang merupakan kalender tetap PP Dairi.
Kendati saat malam takbiran kota Sidikalang diguyur hujan namun acara pawai tabuh bedug berlangsung semarak. Kontingen pawai diberangkatkan dari depan kantor Bupati Dairi dan dilepas langsung Bupati DR Master P Tumanggor. Hadir dalam kesempatan itu kapolres Dairi AK-BP Drs. Daud Subarkah, Kajari Sidikalang Saut Simajuntak, SH, Dandim 0206 Dairi diwakili Kasdim serta muspida lainnya.
Pawai tahun ini sama dengan tahun sebelumnya PP Dairi memberi hadiah kepada para pemenang lomba tabuh bedug. Ketua MPC PP Dairi Selamat Ujung menyebutkan terjadi peningkatan jumlah peserta tabuh bedug yang umumnya dari remaja mesjid pada malam takbiran idul fitri 1428 H. Pawai bedug ini dimulai dengan berbuka puasa bersama bertempat di halaman kantor MPC PP Dairi di Ba-tang Beruh. Selanjutnya rom-bongan pawai bedug ini sholat magrib dan bergerak berku-mpul di depan kantor bupati Dairi.
Selamat menyebutkan tuju-an pawai tabuh bedug tersebut untuk memeriahkan perayaan idul fitri sekaliigus melestarikan budaya yang bernilai sakral. Untuk tahun ini diwajibkan semua peserta harus menggunakan bedug asli. Tujuannya adalah untuk melestarikan bedug sebagai warisan bangsa. Bedug ini umumnya digunakan sebagai tanda masuknya waktu sholat di mesjid. “ banyak bedug di mesjid yang digunakan sebagai pertanda waktu sholat. Jika ini kita wajibkan kepada peserta maka bedug akan lestari “ ujar Ujung.
Gema takbir ,tahmid dan tahlil menggema di sejumlah mesjid di Dairi. Untuk kecamatan di Dairi takbiran bukan dilakukan seperti di kota di Sidikalang. Umumnya mesjid utama di ibukota kecamatan melakukan takbiran yang berada di dalam mesjid. Ada juga yang melakukan pawai takbiran dengan berjalan kaki menggunakan obor
Sholat Id
Sholat idul Fitri (sholat Id) biasanya dilakukan pada pukul 08.00 Wib pada 1 syawal 1428 H. Shalat yang hukumnya su-nat muakkat itu biasanya dihadiri banyak umat muslim mulai dari dewasa hingga anak-anak.
Di mesjid Telaga Zam-zam Sholat Id dipandu Imam Mejid Telaga Zam-zam Karimin Silalahi, S Ag. Shalat sebanyak 2 rakaat itu berlangsung sakral. Sebagai mana biasanya polres Dairi ditempatkan untuk menjaga lalulintas serta pengamaan selama shalat id berlangsung.
Dalam khutbah idnya Karimin Silalahi menyampaikan makna hari kemenagan harus dilakukan dengan hati tawaduk jauh dari sifat berlebihan serta ugal-ugalan. Mereka yang dapat berubah lebih baik setelah lebaran adalah orang-orang yang mendapat makna puasa. Layaknya ustad H. Haryono yang terkenal itu , Karimin Silalahi dalam doanya menyampaikan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan kepada orang tua serta kerabat. Lantunan doa yang berlangsung sakral itu hingga membuat banyak jemaah yang meneteskan air mata terharu dan sadar akan dosa-dosa “ Ya Allah ampuni dosa-dosa kami, dosa kepada ibu Bapa kami . Tangan ini sering menzalimi, telinga ini masih sering mende-ngar yang tak sepantasnya, Kaki ini masih sering berjalan ke tempat-tempat maksiat dan bibir ini masih sering berdusta “ pintanya dalam doa.
Usai sholat Id ini biasanya dilakukan dengan bersalam-salaman dan saling memaafkan antara sesama jemaah. Tidak akan diterima amal seseoarang selama ramadhan sebelum dia saling memaafkan antar sesamanya, kata K Silalahi mengutip salah satu hadist nabi Muhammad S AW.
Berkunjung
Tradisi berkunjung antara sesama tetangga masih tetap dilakukan. Kendati intensitasnya sudah mulai berkurang. Namun kunjungan ke beberapa rumah yang melakukan lebaran masih berlangsung. Bukan hanya sesama umat islam Namun dalam hubungan dengan manusia juga tampak kunjungan silaturami yang dilakukan umat diluar muslim. Usai salaman biasanya disuguhkan makanan dan kue diatambah minuman sirop. Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin. Semoga tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. (R.07)
Arus Penumpang Di Berbagai Stasion Sidikalang Sepi
Sidikalang-Dairi Pers: Arus penumpang di berbagai Stasion antar Propinsi di Sidikalang Kab.Dairi, terlihat sepi bila di bandingkan dengan tahun lalu, sejak hari kedua hingga hari kelima, arus penumpang membludak.
Pantauan Dairi Pers di berbagai Stasion bus di Sidikalang antar Propinsi seperti Stasion BTN, SAMPRI dan lainnya, hari ke empat (Selasa 16/10) terlihat sepi dengan penumpang.Hanya hari kedua Lebaran 1 Syawal 1428 H, Stasion itu penuh dengan calon penumpang. Namun memasuki hari ketiga, stasion itu terlihat sepi dan tidak seperti tahun lalu, bila hari lebaran arus penumpang yang hendak balik telah membludak.
Hari kedua (Minggu 14/10), memang beberapa Stasion bus antar kota maupun antar Provinsi di padati calon penumpang. Arus balik penumpang yang hendak balik ketempat kerja kebanyakan ibu rumah tangga bersama anggota keluarga dengan tujuan Medan,P.Siantar dan P.Baru.Namun penumpang yang paling banyak adalah pelajar SMTA dan Mahasiswa yang ingin balik ke kota dimana dia menimba ilmu.
Sebelum berangkat menuju tempat kerjanya atau tempat sekolahnya,saat berada di Stasion, mereka terlihat saling salam salaman untuk saling memaafkan dengan penuh ke gembiraan.
Salah seorang kernet bus antar Propinsi kepada Dairi Pers, mengakui bahwa arus penumpang kali ini setelah Lebaran, sangat jauh menurun bila dibandingkan hari Lebaran tahun lalu.Tahun lalu sampai hari kelima Lebaran, penumpang masih membludak.Kali ini hari ketiga, penumpang sudah sepi,ujarnya. (R.01)
Pantauan Dairi Pers di berbagai Stasion bus di Sidikalang antar Propinsi seperti Stasion BTN, SAMPRI dan lainnya, hari ke empat (Selasa 16/10) terlihat sepi dengan penumpang.Hanya hari kedua Lebaran 1 Syawal 1428 H, Stasion itu penuh dengan calon penumpang. Namun memasuki hari ketiga, stasion itu terlihat sepi dan tidak seperti tahun lalu, bila hari lebaran arus penumpang yang hendak balik telah membludak.
Hari kedua (Minggu 14/10), memang beberapa Stasion bus antar kota maupun antar Provinsi di padati calon penumpang. Arus balik penumpang yang hendak balik ketempat kerja kebanyakan ibu rumah tangga bersama anggota keluarga dengan tujuan Medan,P.Siantar dan P.Baru.Namun penumpang yang paling banyak adalah pelajar SMTA dan Mahasiswa yang ingin balik ke kota dimana dia menimba ilmu.
Sebelum berangkat menuju tempat kerjanya atau tempat sekolahnya,saat berada di Stasion, mereka terlihat saling salam salaman untuk saling memaafkan dengan penuh ke gembiraan.
Salah seorang kernet bus antar Propinsi kepada Dairi Pers, mengakui bahwa arus penumpang kali ini setelah Lebaran, sangat jauh menurun bila dibandingkan hari Lebaran tahun lalu.Tahun lalu sampai hari kelima Lebaran, penumpang masih membludak.Kali ini hari ketiga, penumpang sudah sepi,ujarnya. (R.01)
45 SD Di Humbahas Mendapat DAK
Doloksanggul-Dairi Pers: Dari sebanyak 224 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Humbahas, di antaranya 45 SD yang tersebar di berbagai Desa mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan dana Rp 250 juta/SD. Hal tersebut di jelaskan, KTU Dinas Pendidikan Humbahas, L.Lumbanbatu di dampingi Pimpro, Marusaha Nababan kepada Dairi Pers, Kamis pekan lalu.
Menurut Lumbanbatu, pelaksanaan proyek itu di percayakan kepada kepala sekolah dan pengurus Komite, sesuai dengan petunjuk.Sedangkan pengawasnya adalah dari Dinas Tarukim. Kini realisasi fisik sekitar 30 persen.Sesuai dengan keadaan di lapangan dapat di pastikan, akan rampung 100 persen hingga Desember 2007, ujarnya.
Dikatakan, SD yang mendapat DAK tersebut setelah berbagai penelitian di lapangan.Artinya gedung SD yang sudah lapuk dan sangat membutuhkan untuk mendapat perbaikan.Itu jelas mendapat DAK.Sedangkan dananya langsung turun ke nomor rekening kepala sekolah selaku pelaksana.
Atas pertanyaan Dairi Pers, Lumbanbatu mengatakan, bahwa sekolah yang ada di daerah itu tidak lagi kekurangan guru.Sebab pemerintah pusat telah menempatkan guru PTT.Kalaupun masih ada SD yang kekurangan guru, itu terdapat di SD yang berada di Desa.Sedangkan SD yang berlokasi di kota, malah kelebihan guru.Tetapi yang jelas, rasio murid dengan guru sudah seimbang. Menurut data menunjuk-kan secara kwantitas, jumlah guru relative sudah cukup, ujarnya.(R.01/AT).
Menurut Lumbanbatu, pelaksanaan proyek itu di percayakan kepada kepala sekolah dan pengurus Komite, sesuai dengan petunjuk.Sedangkan pengawasnya adalah dari Dinas Tarukim. Kini realisasi fisik sekitar 30 persen.Sesuai dengan keadaan di lapangan dapat di pastikan, akan rampung 100 persen hingga Desember 2007, ujarnya.
Dikatakan, SD yang mendapat DAK tersebut setelah berbagai penelitian di lapangan.Artinya gedung SD yang sudah lapuk dan sangat membutuhkan untuk mendapat perbaikan.Itu jelas mendapat DAK.Sedangkan dananya langsung turun ke nomor rekening kepala sekolah selaku pelaksana.
Atas pertanyaan Dairi Pers, Lumbanbatu mengatakan, bahwa sekolah yang ada di daerah itu tidak lagi kekurangan guru.Sebab pemerintah pusat telah menempatkan guru PTT.Kalaupun masih ada SD yang kekurangan guru, itu terdapat di SD yang berada di Desa.Sedangkan SD yang berlokasi di kota, malah kelebihan guru.Tetapi yang jelas, rasio murid dengan guru sudah seimbang. Menurut data menunjuk-kan secara kwantitas, jumlah guru relative sudah cukup, ujarnya.(R.01/AT).
4 Desa Tarabintang Pilkades, Draw Kisruh
Tarabintang-Dairi Pers: Empat desa di kecamatan Tarabintang, Humbahas melaksanakan pilkades. Empat desa tersebut Desa Tarabintang, sibongkare, sitanduk dan sihombu. Namun dalam pilkades Sibongkare terjadi kisruh hasil draw yang berbuntut panjang. Munculnya pemilih yang belum cukup umur menjadi tuntutan calon yang kalah.
Pilkades di empat desa tersebut dihadiri camat Tarabintang di desa Sibongkare dilaksanakan di kompleks SD N Sibongkare. Turun berlaga Belman Marbun dengan lambang kelapa dan Marisi Sitomorang dengan lambang pisang. Namun hasil nyaris draw yakni Belman Marbun 270 suara dan Marisi 262 suara dengan 2 suara batal akhirnya protes karena ditemukannya calon yang kurang umur. Bahkan mereka menuding munculnya pemilih seperti itu adanya usnsur kesengajaan panitia PPKD.
Salah seorang perantau asal desa itu Tumpal Situmorang kepada Dairi Pers mengatakan pilkades yang berlangsung tidak jurdil tersebut akhirnya tidak diterima warga . Mereka membuat peryataan dan menyampaikannya kepada Bupati Humbahas. Bukan tidak mungkin jika hal ini tidak berkesudahan kami akan maju dan dermo “ ujarnya.
Dikatakan sejak awal sudah ada indikasi permaianan dengan mengikutsertakan pemilih dibawah umur. Namun saat diprotes panitia tidak menggubrius. Akhirnya kisruh itu terjadi setelah usai perhitungan suara.
Camat Tarabintang H Sinabutar,SE mengatakan demi kondusifnya hasil pilkades maka panitia agar mempending hasil pilkades. Selanjutnya akan diadakan musyawarah antar tokoh, PPKD dan BPD. Hasil ini akhirnya disepakati dengan pengumuman PPKD hasil dipending untuk menga-dakan pengecekan ulang.
PPKD yang ditemui wartawan dikantornya mengakui adanya pemilih yang terdaftar di DPT belum cukup umur. Pemilih yang tak cukup umur tersebut berasal dari desa yang sama . Desa ini didata AS. PPKD tidak mengetahui apakah itu unsur kesengajaan AS atau tidak.
Pengakuan PPKD ditemukan beberapa nama yang belum cukup umur yakni Ripel Marbun, Dewi Parti Buaton dan Rismawati sinaga. Namun karena permasalahan belum selesai panitia menjadi kalang kabut. Ketua PPKD Bistok Sitohang di duga melarikan diri dan menurut infromasi berita acara hanya ditandatangai anggota.
Sementara itu di desa Sitanduk, Tarabintang pilkades Senin (17/9) bertempat di pasar Sitanduk. Hasilnya Masinton Tumanggor dengan lambang kelapa memperoleh suara 556 suara serta Bernardus Berutu dengan lambang pisang memperoleh 403 suara., Di desa Sihombu dilaksanakan Selasa (18/9) bertempat dilapangan SMA N 1 Tarabintang . Panabar Marbun dengan lambang jagung memperoleh suara 276 suara dan Baris Malau dengan lambang padi memperoleh suara 382 Suara.
Dalam pilkkades putaran kedua di desa Tarabintang dilaksanakan jum at (28/9) berlangsung di SD tarabintang. Pada putaran pertama hasil pilkades desa ini draw.
Dari putaran ke dua ini Albine Tumangger dengan lambang nenas memperoleh 328 Suara dan Selamat Simbo-lon dengan lambang kelapa memperoleh 325 suara. (Tim)
Pilkades di empat desa tersebut dihadiri camat Tarabintang di desa Sibongkare dilaksanakan di kompleks SD N Sibongkare. Turun berlaga Belman Marbun dengan lambang kelapa dan Marisi Sitomorang dengan lambang pisang. Namun hasil nyaris draw yakni Belman Marbun 270 suara dan Marisi 262 suara dengan 2 suara batal akhirnya protes karena ditemukannya calon yang kurang umur. Bahkan mereka menuding munculnya pemilih seperti itu adanya usnsur kesengajaan panitia PPKD.
Salah seorang perantau asal desa itu Tumpal Situmorang kepada Dairi Pers mengatakan pilkades yang berlangsung tidak jurdil tersebut akhirnya tidak diterima warga . Mereka membuat peryataan dan menyampaikannya kepada Bupati Humbahas. Bukan tidak mungkin jika hal ini tidak berkesudahan kami akan maju dan dermo “ ujarnya.
Dikatakan sejak awal sudah ada indikasi permaianan dengan mengikutsertakan pemilih dibawah umur. Namun saat diprotes panitia tidak menggubrius. Akhirnya kisruh itu terjadi setelah usai perhitungan suara.
Camat Tarabintang H Sinabutar,SE mengatakan demi kondusifnya hasil pilkades maka panitia agar mempending hasil pilkades. Selanjutnya akan diadakan musyawarah antar tokoh, PPKD dan BPD. Hasil ini akhirnya disepakati dengan pengumuman PPKD hasil dipending untuk menga-dakan pengecekan ulang.
PPKD yang ditemui wartawan dikantornya mengakui adanya pemilih yang terdaftar di DPT belum cukup umur. Pemilih yang tak cukup umur tersebut berasal dari desa yang sama . Desa ini didata AS. PPKD tidak mengetahui apakah itu unsur kesengajaan AS atau tidak.
Pengakuan PPKD ditemukan beberapa nama yang belum cukup umur yakni Ripel Marbun, Dewi Parti Buaton dan Rismawati sinaga. Namun karena permasalahan belum selesai panitia menjadi kalang kabut. Ketua PPKD Bistok Sitohang di duga melarikan diri dan menurut infromasi berita acara hanya ditandatangai anggota.
Sementara itu di desa Sitanduk, Tarabintang pilkades Senin (17/9) bertempat di pasar Sitanduk. Hasilnya Masinton Tumanggor dengan lambang kelapa memperoleh suara 556 suara serta Bernardus Berutu dengan lambang pisang memperoleh 403 suara., Di desa Sihombu dilaksanakan Selasa (18/9) bertempat dilapangan SMA N 1 Tarabintang . Panabar Marbun dengan lambang jagung memperoleh suara 276 suara dan Baris Malau dengan lambang padi memperoleh suara 382 Suara.
Dalam pilkkades putaran kedua di desa Tarabintang dilaksanakan jum at (28/9) berlangsung di SD tarabintang. Pada putaran pertama hasil pilkades desa ini draw.
Dari putaran ke dua ini Albine Tumangger dengan lambang nenas memperoleh 328 Suara dan Selamat Simbo-lon dengan lambang kelapa memperoleh 325 suara. (Tim)
20 Oktober 2007
Sukses Tani : KOPI MERANGGAS DI DAIRI KARENA CACINGAN
Seorang Pak Tani di Daerah Tanjung Beringin bertanya kepada pengasuh kolom Sukses Tani Dapers ini: ”Berapa tahun sebenarnya umur kopi?” Lalu penulis bertanya kembali kepada Pak Tani tersebut: ”Kenapa Amang menanyakan itu?” Amang itu menjawab: ”Karena pohon kopiku sudah bermatian pada umur 5 tahun, paling lama 7 tahun”. Penulis menjawab bahwa sebenarnya pohon kopi dapat bertahan 30 tahun, bahkan pohon kopi Arabika yang ditanam pada zaman Belanda dulu pun masih bertahan sampai sekarang jika tidak diserang nematoda dan jika dipelihara dengan baik.Penulis bersama Tim dari Balai Pengembangan Proteksi Tanaman Perkebunan (BP2TP) Sumatera Utara lalu meninjau pertanaman dan mengambil sampel tanaman kopi Pak Tani tsb. Hasil analisa lab dan lab menunjukkan positif terserang nematoda. Nematoda ini semacam cacing yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop. Ternyata kopi di Dairi sudah cacingan. Cacing tanaman ini mirip dengan cacing manusia atau hewan tetapi tidak dapat menyerang manusia atau hewan.
GAMBAR TANAMAN TERSERANG NEMATODA AKAR KOPI (a dan c) DIBANDING YANG SEHAT (b dan d)
Luka akar kopi akibat serangan nematoda membusuk oleh jamur dan menjadi penyakit busuk akar coklat dan hitam. Selanjutnya tanaman akan meranggas dan mati jika tidak diobati.
Sampel akar kopi yang meranggas di 5 Kecamatan daerah kopi Sigarar Utang dan Arabika di Dairi menunjukkan positif terserang nematoda. Perbandingan dengan Kabupaten lain di Sumatera Utara juga menunjukkan penyebaran penyakit nematoda ini sudah meluas, tidak hanya di Dairi.
Permasalahan nematoda yang menyebabkan meranggasnya kopi ini lebih terasa di Dairi karena beberapa sebab : (1) nematoda lebih ganas jika kurang kompos padahal penggunaan kompos pada kopi Dairi sangat jarang dilakukan , (2) kopi robusta walaupun relatif tahan sebenarnya sudah terserang nematoda sehingga ketika diganti dengan kopi Sigarar Utang akan terserang nematoda (3) bibit/benih kopi yang dibawa dari daerah lain tidak bebas nematoda.
Ciri-ciri tanaman mulai terserang nematoda adalah daun-daun pada bagian bawah menguning dan gugur sebelum berukuran penuh. Gejala serangan awal nematoda terlihat jika bulu akar menumpuk pada sebelah bagian saja dari perakaran. Jika tanaman mulai meranggas maka sudah tergolong serangan berat.
Langkah Penanggulangan
Langkah-langkah mengobati tanaman kopi yang sudah terserang berat nematoda adalah: (1) bongkar tanaman yang mati, (2) lubang bongkaran ditaburi dengan potongan 10 buah pinang muda untuk membunuh nematoda; (3) lubang perakaran ditaburi dengan Trichoderma koningii 2 kg/lubang untuk membunuh penyakit jamur yang bertahan dalam tanah; (4) Timbun kembali lubang dan tanam dengan rapusan/ampua yang bermanfaat juga sebagai anti-nematoda.
Untuk mencegah dan mengobati tanaman yang masih terserang ringan dilakukan dengan cara: (1) Setiap pohon diberi kompos bokashi sekurangnya 3 kg; (2) Sekitar perakaran ditaburi dengan potongan 4 buah pinang muda untuk membunuh nematoda; (3) Setiap pohon ditaburi dengan Trichoderma koningii 1 kg untuk membunuh penyakit jamur akar yang bertahan dalam tanah; (4) Setiap pohon ditaburi dengan potongan rapusan/ampua (Bhs Indonesia Babadotan) sebanyak 2-3 kg yang bermanfaat sebagai anti-nematoda.
Gambar Rapusan/Ampua (Bahasa Indonesia Babadotan) yang bermanfaat sebagai Anti Nematoda. Di Dairi banyak tumbuh liar. Biasanya dipakai sebagai antiseptik luka.
Tips Jangan Membongkar Kopi Robusta
Tanaman kopi robusta yang ada (karena relatif tahan terhadap nematoda) jika hendak diganti menjadi Sigarar Utang tidak perlu dibongkar. Tanaman cukup disambung saja dengan syarat ketinggiaan tempat diatas 600 m dpl. Daerah yang ketinggiaannya cocok untuk Sigarar Utang di Dairi adalah Parongil sekitarnya, mulai Buluduri hingga ke atas, Hingga Batu (KM) 11 arah Tigalingga, Jumateguh keatas. Seluruh daerah yang dingin hingga ke arah Salak juga cocok untuk Sigarar Utang.
Teknik menyambungnya cukup sederhana. Praktek menyambung ini sudah diterapkan di Panji, Kec. Sidikalang. Langkah-langkah menyambung adalah: (1) Runcingkan kanan dan kiri entres klon unggul. Potong tunas air lalu belah dengan pisau bersih dan tajam. Masukkan entres kedalam bagian yang dibelah; (2) Ikat dan balut sambungan dengan lembaran plastik es mambo hingga air tidak dapat masuk ke dalam persambungan yang dibuat; (3) Tutup batang atas sambungan dengan kantong plastik transparan lalu ikat agar tidak lepas. Bila setelah 2-3 minggu sudah mulai tumbuh tunas baru maka kantong plastik segera dibuka; (4) Pertumbuhan batang atas tampak subur dan sehat bila sambungan berhasil 4 minggu setelah penyambungan. Lembaran foto langkah-langkahnya dapat diperoleh pembaca dengan menghubungi redaksi Dapers.
Kopi hasil sambungan seperti ini lebih cepat berbuah daripada menunggu dari bibit biasa dan relatif tahan terhadap nematoda.
Langganan:
Postingan (Atom)
